Tanya Dokter

  • Perasaan cemas dan sering marah

  •  Krystal Lee
    Anggota

    Dok saya adalah mahasiswa usia 23 tahun, sejak kecil saya bermasalah dengan pengendalian emosi. Jika ada sesuatu yang tidak berkenan saya langsung bereaksi dengan penuh emosi, dan sering kali emosi itu saya ekspresikan tanpa sadar dan saat sudah sadar saya sering merasa bersalah apalagi yang menjadi sasaran orang tua saya. saya juga sering merasa cemas suatu waktu tanpa alasan yang jelas dan rasa cemas itu cukup sering saya rasakan. rasanya seperti ada perasaan tidak nyaman dan kadang saya merasa tidak aman padahal tidak terjadi apa-apa yang jadinya saya terkadang menjadi kurang simpatik pada orang lain.

    dulu seingat saya waktu saya TK, saya pernah mengunjungi entah itu psikolog atau psikiater dengan ibu saya karena masalah pengendalian emosi saya, saya disana hanya diminta menggambar pada satu kertas berukuran a3 (kalau tidak salah) tapi yang saya gambar hanya gambar2 kecil disudut2 kertas. sampai sekarang kalau saya tanya pada ibu saya, beliau tidak pernah menjelaskan atau cenderung menghindar.

    Apakah ada hubungannya dok mengenai hasil gambar saya pada waktu itu dengan masalah pengendalian emosi saya dan perasaan cemas saya? sebagai tambahan ayah saya meninggal saat saya umur 5 tahun, dan saya cukup dekat dengan ayah saya.

    Halo souththth.......

    Terimakasih atas pertanyaan Anda.

    Kondisi yang Anda alami kemungkinan mengarah ke gangguan kepribadian ambang atau yang lebih dikenal dengan sebutan BPD yang kepanjangannya adalah Borderline personality disorder.

    BPD dapat menimbulkan gangguan fungsi seseorang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan hubungan interpersonal dengan sekitar. Gangguan ini umumnya muncul pada periode menjelang usia dewasa, namun dapat juga membaik seiring bertambahnya usia.

    Penderita BPD dapat memiliki perasaan takut ditinggalkan, ditolak, cemas, marah, merasa tidak berarti, kecenderungan menyakiti diri sendiri maupun orang lain, perubahan mood yang sering terjadi, melakukan tindakan yang impulsif, rendahnya percaya diri, sulit mempertahankan hubungan yang berkomitmen.

    Kami menyarankan kepada Anda untuk kembali menemui dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikiater, apabila keadaan yang Anda alami sudah sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat.

    Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

    Salam,

    Dr. Jati