Tanya Dokter

  • Pantangan agar polip tidak tumbuh kembali setelah operasi

  •  ilmi nafiah
    Anggota

    Mohon jawaban nya dok, 2 minggu yang lalu saya operasi histeroskopi karena ada polip dirahim saya.
    Yang ingin saya tanyakan apakah penyebab polip rahim tersebut, adakah pantangan makanan atau minuman agar polip tidak datang kembali? dan kapan saya mulai boleh berhubungan intim dengan suami saya?
    Terimakasih sebelumnya atasan jawaban dari dokter.

    Halo

    Terima kasih atas pertanyaannya pada Alodokter

    Polip rahim atau dikenal juga dengan polip endometrium, merupakan suatu pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada dinding dalam rahim atau endometrium. Penyebab pasti dari polip rahim ini belum diketahui hingga saat ini. Namun salah satu faktor yang dapat menimbulkan penyakit ini adalah perubahan kadar hormon estrogen setiap bulannya. Beberapa kondisi lain yang dapat meningkatkan resiko terjadinya polip rahim ini adalah:

    • Usia. Resiko terjadinya polip rahim lebih tinggi pada wanita dalam rentang pre-menopause atau sesudah menopause, yaitu sekitar usia 40-50 tahun
    • Obesitas
    • Hipertensi
    • Konsumsi obat kanker payudara seperti tamoxifen

    Polip memang dapat tumbuh kembali selama terdapat ketidakstabilan dari kadar hormon estrogen dalam tubuh seorang wanita. Untuk jenis diet apa yang sebaiknya dilakukan pada penderita polip, haruslah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan Anda atau pada dokter gizi terkait dengan jenis makanan apa saja yang dapat meningkatkan atau menurunkan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Untuk berhubungan intim dengan suami setidaknya tunggulah hingga waktu kontrol kembali pada dokter spesialis kandungan Anda terkait dengan penyembuhan luka akibat prosedur pengangkatan polip tersebut. Bila luka sayatan cukup besar, maka kemungkinan kesembuhan luka akan lebih lama daripada luka sayatan yang kecil. Dan penyembuhan luka itu sendiri bergantung pada bagaimana perawatan luka yang dilakukan dirumah.

    Sekian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

    dr. Winda Indriati