Tanya Dokter

  • Tentang deteksi dini kanker

  •  Randy Aganta
    Anggota

    dok..kenapa ya di indonesia ,ketika ada pasien sakit,misal nyeri cuma dikasih obat nyeri/antibiotik,kenapa nga langsung di CT-scan/MRI,padahal bisa jadi didalam tubuh pasien sudah kena kanker,masalahnya kanker yang ngak ada benjolanya kan nga bisa dilihat !!,,sementara hampir semua dokter cuma kasih obat dalam antibiotik /nyeri,jadi gimana mau sembuh? seharusnya dokter langsung intervensi dengan CT scan/MRI sama pasien walau  itu anak2 ataupun orang tua..karena tahun 2020,kanker menjadi penyakit mematikan no .2 diindonesia setelah jantung ,dan no 1 di Asia ..

    apa nga bisa dokter2 di indonesia mengikuti dokter di malaysia pake BPJS,klo ada nyeri langsung CT scan/MRI..soalnya kan gejala kanker nga diketahui sampai udah stage 4...makanya lama dikasih cuman obat nyeri doank ,tiba2  waktu di CT scan ternyata kankernya udah ke stage 4..pasien uda nga ada harapan untuk hidup ! kemo cuman untungan2 doank ..klo stamina tahan hidup,klo nga tahan..dikemo ya mati juga

     

    Hai Randy, Terima kasih atas pertanyaannya. CT Scan merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang menggabungkan serangkaian <span style="color: #000000; font-family: museosans300, sans-serif;"> pemindaian </span><em style="border: 0px; font-family: museosans300, sans-serif; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; color: #000000;">X-ray<span style="color: #000000; font-family: museosans300, sans-serif;"> yang diambil dari berbagai sudut yang berbeda. Kemudian komputer akan memproses sehingga menghasilkan gambar tulang dan jaringan lunak di dalam tubuh. Oleh karena itu, paparan sinar X  pada CT Scan jauh lebih besar dibanding pemeriksaan rontgen biasa. Sinar X sudah sejak lama diketahui dapat memicu pertumbuhan sel kanker, oleh karena itulah penggunaan metode pemeriksaan CT Scan ini benar-benar harus dipertimbangkan risk and benefit-nya. Apabila manfaat yang diperoleh akan jauh lebih besar dibanding peluang risiko yang muncul, barulah Dokter menyarankan pemeriksaan CT Scan.</span> Terutama pada ibu hamil dan anak-anak, sebaiknya hindari pemeriksaan menggunakan CT Scan apabila tidak benar-benar diperlukan. Jadi, terdapat kriteria tertentu dimana Dokter memutuskan apakah pasien memerlukan pemeriksaan penunjang atau tidak, misalnya pada pasien yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker/keganasan, terkadang dibutuhkan pemeriksaan penunjang dalam mendeteksi dini kanker. Perlu diketahui bahwa deteksi dini kanker tidak hanya dengan pemeriksaan CT scan, melainkan juga dapat dengan pemeriksaan tumor marker (dari pemeriksaan panel darah tertentu), PAP smear untuk kanker serviks, USG, dan lainnya. Hal yang dapat dilakukan dalam upaya mencegah kanker adalah: pola hidup sehat. Artikel berikut dapat menambah wawasan Kamu: Mengenal Mutasi Gen Penyebab Kanker Demikian semoga bermanfaat, dr.Annes

    Randy Aganta  Randy Aganta
    Anggota

    iya bener dok pemeriksaan  kanker bukan hanya dari pencitraan semata,..tapi dari hasil semua test kanker,,Pencitraanlah(CT-Scan/MRI) lah yg "sangat meyakinkan" jika ada kanker di dalam tubuh...masalah paparan berapa kali boleh  di CT -Scan/MRI, saya pernah baca di forum kesehatan internasional...dalam 1 tahun 6 x di CT scan/MRI adalah normal dan tidak menyebabkan radiasi yg sebabkan kanker bu dokter.. masalahnya di negara ini para dokternya nga pernah sigap dalam membedakan dengan jelas mana kanker mana tidak. jika kanker itu berasal di dalam tubuh,bukan benjolan..akhirnya dikasih obat2 mahal pun ya nga akan pernah sembuh2 , setelah dokternya heran obat mahal dimakan juga nga sembuh,barulah dilakukan test pencitraan CT scan apa yg salah ..akhirnya ketahuan ada "Kanker",dan karena sudah terlalu lama dan dibiarkan makan obat akibat  salah diagnosa,,ditest CT scan akhirnya kankernya udah stage 4..wasslam deh si pasien,kena kemo klo cocok sembuh walapun kankernya bisa balik lagi,klo nga sanggup dikemo ya matek tunggu hari dapat  surga atau neraka,bu dokter

    Randy Aganta  Tim Alodokter
    Dokter

    <span style="font-family: Georgia, serif;">Randy, </span>

    <span style="font-family: Georgia, serif;">Terima kasih untuk masukan Anda bagi semua profesi Dokter di Indonesia, semoga dapat membawa kebaikan bagi Negara Kita untuk kedepannya.</span>

    <span style="font-family: Georgia, serif;">Memang akan  sulit untuk dimengerti bahwa pencitraan CT scan yang memang merupakan salah satu metode yang mengutip kata-kata Anda "sangat meyakinkan " adanya kanker dalam tubuh  tidak dipergunakan sebagai standar pelayanan untuk menindaklanjuti keluhan nyeri. </span>

    <span style="font-family: Georgia, serif;">Nyeri sendiri merupakan gejala subyektif yang dirasakan dan merupakan respon tubuh terhadap rangsangan/stimulus yang "mengancam" tubuh. Gejala nyeri ini tidaklah spesifik untuk langsung mencirikan suatu penyakit kanker tertentu. demikian pula sebaliknya Kanker juga seringkali tidak mencirikan nyeri sebagai gejala tahap awal.</span>

    <span style="font-family: Georgia, serif;">Dalam bekerja, Dokter akan melandaskan pada dasar Keilmuan medis - Evidence based medicine" dan juga Standar Operasional Prosedur yang telah ditetapkan, dimana semua prosedur tindakan medis yang akan dilakukan oleh dokter mempertimbangkan Risk-Cost-Benefit terutama untuk Pasien. CT Scan dan MRI masuk dalam salah satu dari banyaknya pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan oleh Dokter untuk mengkonfirmasi suatu diagnosis dan terapi. Pemeriksaan penunjang yang terbaik, macamnya sangat spesifik untuk suatu penyakit tergantung dari jenis penyebab dan bagian mana dari tubuh yang dicurigai memiliki kelainan.</span>

    <span style="font-family: Georgia, serif;">Tanpa memahami konsep awal mengenai kegunaan, kelebihan dan kekurangan dari CT SCan/MRI, sulit untuk mengerti bahwa pemeriksaan ini berdasarkan standar yang ada saat ini bukan merupakan tools skrining awal kanker, demikian pula tanpa terlebih dahulu memahami konsep ilmu kedokteran mengenai orang-orang yang berisiko tinggi untuk terjadinya Kanker, maka tidaklah mudah untuk mengerti bahwa CT Scan sebagai skrining bagi semua orang dengan keluhan nyeri untuk mendeteksi kanker bukanlah tindakan yang terbaik yang dapat dilakukan oleh seorang dokter terhadap pasiennya. </span>

    <span style="font-family: Georgia, serif;">Untuk perbedaan prosedur praktik kedokteran antara Malaysia dengan Indonesia, hal ini dapat dipahami karena berbeda negara, tentunya berbeda pula peraturan dan prosedur dari Asuransi yang dilaksanakan oleh masing-masing Negara. Untuk di Indonesia, asuransi nasional saat ini dibawah pengelolaan dari BPJS Kesehatan.</span>

    <span style="font-family: Georgia, serif;">Sebagai referensi, Anda dapat mencermati artikel berikut:</span>

    Prosedur dan Indikasi CT Scan

    Prosedur dan Indikasi MRI

    CT scan dan kanker

    Skrining kanker

    Prosedur skrining kanker 

    Terima kasih, semoga bermanfaat

    Tim Alodokter

     

     

    Randy Aganta  Randy Aganta
    Anggota

    ya benar,dokter bekerja melalui risk and benefit for patient,tapi begitu juga  dengan kanker semua tau kanker  gejalanya tidak spesifik,tapi umumnya kebanyakan ditandai dengan adanya rasa nyeri dan pembengkakan . semua juga tau mutasi gen menjadi kanker itu tidak datang 1 bulan atau 6 bulan tapi tahunan,walapun kadang kala ada cepat dan agresif dibawah 1 tahun sudah jadi kanker,tapi sangat jarang.memang ada juga kanker dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan,tapi klo dapat itu itu sungguh mujizat. ini saran saya bagi dokter dan ahli kanker dan pemerintah,karena kita tau sendiri di indonesia makanan karsinogenik dijual bebas tanpa bisa dikendalikan BPOM,salah satunya saya ambil contoh BAKSO BAKAR yang dijual keliling yg 90% pengkonsumsinya adalah anak anak dan sangat  jelas itu penyebab karsinogenik alias penyebab KANKER. sosialiasi kanker juga sangat minim dan jarang di indonesia,siapa yang harus disalahkan?pemerintah indonesia  atau FDA Amerika itu dengan  konspirasi BIG PHARMA nya? saran saya kenapa nga setiap 1 tahun sekali diadakan test skrining gratis menggunakan whole body  CT scan terhadap warga indonesia? masalah dana ?? masyarakat pasti setuju mengumpulkan 100 ribu rupiah/kepala keluarga agar dapat bisa cek up mengenai Kanker ini,yg jelas2 di tahun 2020 Indonesia menjadi penyumbang kanker terbesar di ASIA tenggara???? karena kita tau kanker itu ibarat mesin waktu,makin cepat ketahuan kesembuhan mencapai 80%,dibandingkan di stadium 4 pasti cepat menuju tiket ke akhirat tanpa bisa bertobat terlebih dahulu