Tanya Dokter

  • Perbedaan masuk angin dengan angin duduk?

  •  Shenovita
    Anggota
    Pagi dok, saya ingin bertanya apakah di dalam kedokteran mengenal istilah masuk angin? Jika memang istilah itu ada apakah bedanya dengan angin duduk? Dan bagaimana cara penanganan pertama jika terjadi angin duduk / masuk angin?

    Hai Shenovita,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Angin duduk jauh berbeda dengan masuk angin.

    Sebenarnya, masuk angin bukanlah istilah medis. Istilah ini lebih sering digunakan masyarakat awam untuk menggambarkan rasa tidak nyaman di tubuh, panas-dingin, mual, pusing, nyeri kepala, nyeri otot dan persendian, lemas, dan sebagainya. Berbagai keluhan ini bisa muncul karena beberapa kondisi berikut:

    • Paparan suhu ekstrim, misalnya saat berada di lingkungan dingin, kehujanan
    • Kelelahan pasca beraktifitas berat
    • Dispepsia (peningkatan asam lambung)
    • Infeksi virus atau bakteri, misalnya ISPA, demam dengue, gastroenteritis, malaria, demam tifoid
    • Gangguan psikosomatis, dan sebagainya

    Sedangkan, angin duduk dalam dunia medis disebut dengan angina pectoris. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan rasa tidak nyaman di dada akibat kurangnya pasokan darah ke otot jantung. Rasa tidak nyaman ini bisa terasa sebagai nyeri, berat, tertekan, atau sesak. Di samping itu, penderita pun kerap merasa lemas, berkeringat dingin, jantung berdebar-debar, pandangan buram, mual, atau bahkan penurunan kesadaran. Berkurangnya pasokan darah ini terjadi karena penyempitan (vasokonstriksi) atau pengerasan (atherosklerosis) pada pembuluh darah koroner. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami angin duduk di antaranya yakni:

    • Pola makan tidak sehat, misalnya terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi kolesterol, kurang serat dan antioksidan
    • Kegemukan, obesitas
    • Jarang berolahraga
    • Tekanan psikologis, misalnya stres, panik
    • Merokok
    • Mengkonsumsi alkohol
    • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung
    • Usia di atas 45 tahun
    • Memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes, hipertensi, hiperkolesterolemia, dan sebagainya

    Kedua kondisi di atas tentu memiliki penanganan yang berbeda-beda.

    Saat mengalami gejala masuk angin seperti disebutkan di atas, sebaiknya penderita segera diistirahatkan. Beri ia makan secara teratur dengan porsi sedikit-sedikit namun sering. Selebihnya, penanganan bisa diberikan sesuai dengan gejala yang dialami penderita.

    Namun, saat mengalami gejala angin duduk, sebaiknya Anda membawa SEGERA penderita ke fasilitas kesehatan terdekat. Dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti laboratorium dan rekam jantung (elektrokardiografi) untuk menegakkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah