Tanya Dokter

  • Perbedaan sakit maag dan gejala penyakit jantung

  • Halo dok, Saya sedang nyeri lambung beberapa hari ini, tepatnya sudah seminggu. Saya sering kembung, mual, pusing, kadang-kadang juga kentut. Dan sering nyeri di bagian dada kiri, sesak nafas juga. Saya sudah periksa ke dokter, dan menurut dokter hal itu merupakan gejala maag. Sudah diberi obat, tapi masih sering kambuh. Kemudian saya baca beberapa artikel dengan ciri yang sama. Dan hal itu bisa saja merupakan gejala penyakit jantung. Saya juga cek denyut nadi per-menit normal 72-8. Apakah memang betul gejala sakit jantung dan maag sama? Mohon penjelasannya dok, terima kasih.

    Hai, Penyakit asam lambung dan beberapa jenis penyakit pada jantung dapat menyebabkan keluhan yang serupa, yaitu adanya rasa nyeri pada dada. Anda dapat membaca jawaban pertanyaan mengenai berbagai nyeri dada pada laman berikut : diskusi nyeri dada Pada penyakit asam lambung, nyeri dada biasanya dideskripsikan sebagai rasa panas / terbakar pada dada. Gejala biasanya disertai dengan nyeri ulu hati, mual, muntah, sulit menelan, dan sebagainya. Pada kondisi jantung angina / serangan jantung, biasanya nyeri dirasakan pad bagian kiri dada, seperti ditekan benda berat. Rasa sakit biasanya menjalar ke leher, rahang, dan tangan kiri, disertai keringat dingin. Biasanya gejala timbul dipicu adanya stres fisik maupun emosional, dan pada kasus angina stabil membaik dengan istirahat. Untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab dari keluhan yang Anda alami, sebaiknya Anda menemui dokter secara langsung. Dokter perlu untuk menanyakan riwayat lengkap keluhan Anda, melakukan pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan, seperti tes lab darah, endoskopi, EKG, echocardiograph, dan sebagainya. Berikut merupakan beberapa hal sederhana yang dapat Anda coba lakukan untuk membantu mengurangi keluhan Anda :

    • makan dalam porsi kecil dan namun sering
    • jangan langsung berbaring setelah makan
    • tidur dengan posisi kepala / bantal lebih tinggi
    • hindari kopi, alkohol, rokok
    • turunkan berat badan yang berlebih
    • olahraga ringan secara rutin
    Semoga membantu, dr. Dian Paramitasari