Tanya Dokter

  • Perih pada vagina setelah berhubungan intim

  •  Nurul H
    Anggota

    Halo dok saya ingin  bertanya, saat berhubungan intim dengan suami vagina saya tepatnya bagian fourchette terasa perih dan saat selesai vagina mengeluarkan sedikit bercak darah. Dan ketika saya membilas bagian fourchette sampai bagian perineum terasa perih saat terkena air. Tidak ada gejala lain selain perih pada bagian tersebut. Tidak ada pusing, ataupun tanda tanda sakit pada bagian lainnya. Sebelumnya tidak pernah perih sampai suami saya memakai pelumas untuk melakukan hubungan seksual. Pertama kali menggunakan pelumas tidak ada reaksi, sampai kali kedua vagina terasa panas, dan kali ketiga vagina terasa perih dan saat penetrasi terasa perih sekali hingga saat ini. Sudah terjadi sekitar 4 bulan. Menurut dokter apakah yang menyebabkan hal tersebut? apakah disebabkan oleh pelumas ataukah hal lain? dan bagaimana saya mengatasinya? terimakasih sebelumnya

    Halo Nurul......

    Terimakasih atas pertanyaan Anda.

    Komisi yang Anda alami dengan keluhan utama berupa timbulnya rasa sakit pada saat berhubungan seksual, dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Sebenarnya pemakaian pelumas merupakan salah satu penanganan apabila timbulnya rasa sakit pada vagina saat berubungan seksual.

    Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi yang Anda alami, dimana dalam bahasa medis disebut sebagai dispareunia, yaitu :

    • Kurangnya cairan lubrikasi.
    • Vagina mengalami infeksi.
    • Penyakit menular seksual.
    • Kista ovarium.
    • Endometriosis.
    • Sindrom iritasi usus.
    • Penyakit radang panggul.
    • Dan lain sebagainya.

     

    Oleh karena kondisi ini sudah empat bulan Anda alami, maka kami menyarankan segeralah menemui dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dan mendiskusikan masalah ini, agar Anda dapat dilakukan serangkaian pemeriksaan lebih lanjut secara langsung.

    Beberapa pemeriksaan yang kemungkinan akan dilakukan oleh dokter terkait masalah yang Anda alami, diantaranya meliputi : pemeriksaan fisik, tes darah, tes urin, pap smear, USG khusus obsgyn, dll., sehingga akhirnya penanganan yang tepat dapat diberikan sesuai dengan penyebab pasti yang nantinya diketahui.

    Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat,

    Salam,

    Dr. Jati