Tanya Dokter

  • Penyebab keluar cairan dari penis disertai perih saat kencing

  •  Dedik24
    Anggota
    Selamat malam dokter.. Nama saya dedik umur 23 th. Sudah 3 hari ini saya selalu merasakan perih saat kencing.. Lalu tiba tiba di celana dalam saya ada mani yang keluar Mohon di bantu apa penyebab nya ya dok.. dan solusi apa yang bisa saya lakukan Terima kasih dokter

    Dear Dedik,

    Keluar cairan dari penis disertai nyeri buang air kecil dapat disebabkan oleh gonore, klamidia, atau trikomoniasis. Gonore merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini menular lewat hubungan seksual baik secara vaginal, oral, maupun anal. Gejala pada pria cukup mudah dikenali, yaitu keluar cairan berwarna kuning, putih, atau hijau dan nyeri saat buang air kecil.

    Pengobatan gonore adalah dengan pemberian antibiotik baik yang di minum atau disuntikkan. Hindari mengobati sendiri keluhan tersebut karena dapat menimbulkan kekebalan bakteri terhadap antibiotik.

    Selain kemungkinan di atas, keluhan Anda juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih dan emesis nokturnal . Cairan ini dapat keluar dari penis tanpa ereksi sebelumnya yang dinamakan emesis nokturnal. Bila cairan ini keluar saat tidur dengan disertai mimpi erotis maka disebut mimpi basah. Emesis nokturnal dapat berupa cairan sperma yang tidak mengandung sel sperma yang merupakan cairan yang dihasilkan kelenjar yang berada di belakang urethra. Emesis nokturnal terjadi saat tidur fase REM. Cairan sperma yang keluar tersebut terdorong oleh tekanan ketika mengedan atau ketika buang air kecil.

    Sebaiknya konsultasikan dengan dokter di mana dokter akan menganalisis gejala dan melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan. Terapi yang sesuai akan dokter berikan. Anjuran yang dapat Anda lakukan:

    • hindari berhubungan seksual sebelum keluhan teratasi
    • setia pada pasangan (suami/ istri)
    • hindari berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan
    • biasakan buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan intim
    • jaga kebersihan organ intim
    • pakaian celana dalam yang menyerap keringat dan tidak ketat
    • ganti celana dalam yang basah atau lembap


    Artikel yang dapat Anda baca:

    Penyakit menular seksual

    Semoga bermanfaat,

    dr. Rony Wijaya