Tanya Dokter

  • Perilaku Penderita Stroke

  •  kaori
    Anggota

    Selamat siang, Dok.

    Saya ada kenalan yang menderita stroke hampir lima tahun. Yang ingin saya tanyakan apakah efek dari stroke itu terhadap psikis penderita stroke.

    Sebelum stroke, kenalan saya ini sifatnya sudah buruk; egois, suka marah dan memukul, dan menyalahkan orang lain. Setelah stroke, sifat buruknya tsb malah makin menjadi. Memang sudah berhenti memukul karena fisik juga untuk bergerak bebas sudah terhambat, tapi kalau berkata-kata malah semakin menyakitkan, seolah tidak punya kontrol atas ucapan (tidak berpikir untuk mengerem ucapan yang tidak pantas diucapkan).

    Jika diingatkan, kenalan saya itu malah marah. Tetapi jika tidak diingatkan, perilakunya makin menjadi. Terlebih lagi, kenalan saya ini selalu menggunakan alasan dirinya yang memiliki penyakit darah tinggi apabila ada yang mengingatkan serta mengimplikasi "jika tensi saya naik, itu adalah salahmu".

    Apakah yang demikian itu normal terjadi pada penderita stroke? Bagaimana cara yang tepat menanggapi kenalan saya tersebut?

    Mohon bantuan saran, Dok. Terima kasih.

    kaori  dr. Rico N
    Dokter

    Halo, Perubahan perilaku dan kognitif memang sering dijumpai pada pasien stroke. Pada kasus ini tampaknya perubahan perilaku yang lebih menonjol. Pada beberapa kasus hal itu terjadi akibat stroke-nya yang mengenai area-area pada otak yang mengatur periklaku dan kognitif, terutama pada otak bagian depan, sebagian lagi karena stress, frustasi, depresi, rasa tidak berdaya, dan berbagai tekanan psikologis lainnya akibat gejala sisa paska stroke yang dialaminya. Kasus seperti ini selalu merupakan tantangan dan sulit untuk diatasi. beberapa tips penting yang harus diketahui,

    • Seberapapun anda merasa tidak nyaman, berusahalah tetap memeperlakukannya dengan respek, selalu dengarkan cerita/pahami penjelasan dari sudut pandangnya
    • Pujilah dia jika berhasil melakukan sesuatu atau menangani suatu situasi dengan baik, sesuai, dan melakukan perbuatan yang dapat diterima
    • Selalu berikan pilihan-pilihan yang seluruhnya aman dan sesuai untuk kondisinya (misal jika akan pulang, maka berikan pilihan : apakah kamu ingin saya antar pulang atau saya penggilkan taksi saja?)
    • Jangan terlau berbasa basi, berbicaralah fokus pada maksud yang ingin disampaikan,  dan buatlah batasan yang ingin dicapai. Pastikan anda mengutarakan rasa perduli dan perasaan anda dengan cara yang suportif
    Sebaiknya, selain berkonsultasi dengan ahli saraf dan rehabilitasi medik, ada baiknya pasien juga berkonsultasi dengan psikolog ataupun psikiater, dengan tujuan untuk menangani masalah perilaku dan perubahan sifatnya, hal ini sangat penting, karena yang harus diterapi bukan hanya fisiknya saja, tetapi jiwanya juga. pemulihan stroke demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.