Tanya Dokter

  • Pernah di suntik Rabies, haruskah di suntik sekali lagi?

  •  Cocgane
    Anggota
    Alo Dok, Saya Andri usia 27 tahun peria. Saya punya anak anjing 3 ekor satu ekor kemarin sudah meninggal dan 1 ekornya lagi mati baru semalam, jadi permasalahannya anak anjing pertama sebelum mati tak sengaja menggigit kaki saya lantaran di bercandain kedua anak anjing saya yg lain dan lukanya tidak robek lantaran pake celana jeans tapi terasa ketusuk jarum itu gigitannya. Setelah itu anjing yg menggit tadi 2 hari kemudian mati di susul 5 hari kemudian anjing 1 lagi meninggal juga. Jadi sekarang saya kwuatir dok apakah nantinya anjing saya yg mati kena rabies. Sebelumnya Waktu saya SMP umur 14tahun saya uda pernah di suntik vaksin rabies kalo tidak salah 4-5 kali secara bertahap. Dan sekarang Setelah di gigit anjing kmren apa saya perlu di suntik vaksin rabies lagi? Jawaban dokter bisa membantu saya ambil tindakan. Terimakasih Alodokter.

    Haii Andri,

    Rabies yang familiar disebut sebagai penyakit anjing gila merupakan suatu penyakit yang menyerang sistem saraf pusat dan hingga kini masih bersifat mematikan. Penyebab rabies adalah lyssaviruses yang berada pada air liur hewan penular rabies. Rute penularan tersering ialah melalui gigitan hewan penular rabies. Bila luka yang ada tidak segera memperoleh penanganan yang tepat dan juga tidak memperoleh vaksin/serum antirabies, maka gejala-gejala rabies akan muncul. Masa inkubasinya (waktu yang diukur dari awal mula infeksi hingga timbul gejala) sekitar 4-12 minggu, dapat lebih panjang atau pendek tergantung dari besar, kedalaman, dan jarak luka terinfeksi dari sistem saraf pusat. 

    Perlu juga Anda ketahui bahwa ciri-ciri hewan yang terinfeksi virus rabies diantaranya "ketakutan" terhadap air (hidrofobia), banyak mengeluarkan air liur, perilaku hewan menjadi lebih agresif, dan biasanya mati dalam 1 minggu setelah menggigit seseorang.

    Penanganan pertama yang harus dilakukan bila tergigit hewan yang dicurigai sebagai penular rabies adalah mencuci luka dengan sabun di bawah air mengalir sekitar 10-15 menit. Vaksinasi antirabies sangat diperlukan dalam hal ini, terlebih pula bagi seseorang yang rentan/sering kontak dengan hewan. Vaksinasi hendaknya diperoleh dalam 10 hari pasca infeksi (setelah digigit) dengan rekomendasi dari Depkes RI yakni  3 dosis pada hari ke 0,7,dan 21. Bila dalam 5 tahun pasca vaksinasi kembali tergigit hewan penular rabies, maka diperlukan vaksinasi 2 dosis yakni pada hari ke-0 dan ke-3 atau dosis lengkap (3 dosis) bila luka gigitan berat. Setelah 5 tahun sejak vaksinasi  lalu kembali tergigit hewan penular rabies, maka sebaiknya seseorang memperoleh vaksinasi ulang.

    Dalam kasus Anda sendiri, Anda mengutarakan bahwa gigitan anjing Anda terjadi tidak langsung karena Anda masih mengenakan celana jeans. Risiko penularan virus rabies bila tidak sampai terkena air liurnya memang kecil namun tetap patut diwaspadai terlebih anjing Anda kemudian mati. Memang tidak jelas apakah anjing itu mati karena memang terinfeksi rabies ataukah karena sebab lain. Barangkali Anda dapat mengingat perilaku anjing tersebut sebelum mati, apakah agresif seperti anjing rabies atau tidak. Selain itu, anjing yang tidak memperoleh vaksin antirabies juga rentan terinfeksi. Untuk itu, cobalah mendatangi RS atau dokter Anda agar dapat dievaluasi lebih dahulu mengenai luka gigitan yang Anda terima tempo hari sehingga dapat diputuskan perlu tidaknya Anda memperoleh vaksin antirabies.

    Semoga membantu, dr. Yoni Cahyati