Tanya Dokter

  • Produksi Lendir Pada Vagina Meningkat dan Berbau

  •  JEVA
    Anggota
    Selamat pagi dok. 4 bulan lalu saya melahirkan anak pertama saya, pasca melahirkan saya merasa cukup sering merasakan nyeri bawah perut seperti turun rahim, gejala nyeri tsb saya rasakan selepas beraktifitas lebih atau saat kelelahan. Awalnya masih terasa normal, tapi bberapa hari belakangan saya mengalami peningkatan volume cairan yg keluar dari vagina dan disertai dgn warna yg lbh keruh dan bau tidak sedap (sebelumnya tidak pernah). Jml cairan tsb meningkat ketika saya terlalu banyak bergerak atau ketika habis naik motor. Gejala apakah yg saya alami tersebut dok? Apakah dapat digolongkan sbg kanker serviks atau gejala lain? Pemeriksaan apa yang harus saya lakukan jika saya ingin memeriksakan diri ke dokter? Terimakasih.

    Hai Jeva,

    Cairan vagina atau keputihan sebenarnya diproduksi secara normal oleh tubuh untuk membersihkan organ intim wanita. Pada kondisi tertentu produksi keputihan ini dapat meningkat, seperti menjelang menstruasi, dalam kehamilan, atau saat ovulasi. Keputihan yang normal memiliki ciri sebagai berikut:

    • tidak berwarna (jernih atau keputih-putihan)
    • tidak berbau
    • tidak terasa gatal
    • tidak disertai dengan rasa nyeri


    Kondisi yang Anda alami di mana timbul keputihan berlebihan yang berbau dan perubahan warna keputihan merupakan kondisi yang tidak normal. Adapun beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:


    Walaupun kanker serviks memang dapat disertai dengan keputihan yang tidak normal, namun kondisi yang Anda alami belum tentu terkait dengan keganasan. Umumnya kanker serviks menimbulkan gejala-gejala seperti perdarahan setelah berhubungan intim atau di luar masa menstruasi, keputihan berwarna coklat atau bercampur darah dan berbau aneh, nyeri saat berhubungan seksual, dan perubahan siklus menstruasi. Jika selain keputihan Anda tidak mengalami gejala yang lain maka kondisi ini kemungkinan tidak berkaitan dengan kanker serviks.

    Untuk memastikan penyebab kondisi yang dialami maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Tes penunjang seperti tes cairan vagina atau tes darah mungkin dapat dianjurkan oleh dokter jika diperlukan untuk menelusuri penyebabnya lebih jauh. Dengan demikian maka penanganan yang tepat dapat diberikan bagi Anda sesuai dengan kondisi dasarnya.

    Berikut ini anjuran bagi Anda:

    • Menjaga kebersihan organ intim
    • Kenakan pakaian dalam berbahan katun dan tidak ketat
    • Mengganti pakaian dalam secara teratur, terutama bila sudah terasa lembab/basah
    • Biasakan membasuh organ intim dari depan ke belakang untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke vagina
    • Hindari penggunaan pembersih khusus kewanitaan yang terlalu sering karena dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan flora normal vagina, sehingga rentan terjadi iritasi/infeksi
    • Hindari penggunaan pantyliner atau pembalut beraroma
    • Tunda berhubungan seksual selama keluhan belum teratasi


    Artikel berikut ini memuat informasi yang terkait:

    Tanda ketidaknormalan cairan vagina  
    Cara mengatasi keputihan

    Demikian semoga bermanfaat.

    dr. Muliani Sukiman