Tanya Dokter

  • perut besar sebelah

  •  Abdul Rahman
    Anggota

    Dok saya mau tanya!! Ada bengkak di ulu hati tapi tidak ada nyeri sama sekali,Dan perut sebelah kanan lebih besar dari sebelah kiri, sehingga saya sangat risih dengan perut ini. Penyakit apa ya dok???

    Hai, Pembengkakan pada satu area perut / abdomen saja disebut di dunia medis dengan adanya massa abdomen. Massa abdomen dapat timbul karena berbagai macam sebab dan dapat timbul pada bagian perut mana saja. Rasa penuh dan seperti kembung pada daerah ulu hati dapat disebabkan oleh berbagai hal namun pada umumnya karena tingginya gas pada lambung. Berikut merupakan beberapa contoh masa abdomen yang dapat timbul terutama pada daerah kanan perut :

    1. cholecystitits  dan cholelithiasis - adanya batu dan peradangan pada kantung empedu
    2. hepatomegaly - pembengkakan pada liver, dapat terjadi karena berbagai sebab
    3. chron's disease - radang pada saluran cerna
    4. divertikulitis - terbentuk kantung-kantung yang mengalami peradangan pada dinding usus
    5. abses pada pankreas
    6. kanker kolon/usus besar
    7. kanker pada liver
    8. kanker pada pankreas
    9. kanker lambung
    10. dan lainnya
    Agar dapat mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan bengkak pada perut Anda tersebut maka Anda perlu untuk melakukan pemeriksaan secara langsung dengan dokter. Dokter akan menanyakan riwayat keluhan Anda dengan lebih detil, melakukan pemeriksaan fisik secara langsung, dan melakukan pemeriksaan lain yang dibutuhkan seperti cek lab darah, x-ray, USG, CT scan, dan MRI, untuk membantu menyimpulkan apa yang menyebabkan keluhan yang Anda alami tersebut. Berikut merupakan beberapa hal yang dapat Anda coba lakukan untuk membantu mengilangkan bengkak :
    • istirahat yang cukup
    • konsumsi makanan sehat dan berserat tinggi
    • hindari makanan yang mengandung gas tinggi seperti kol
    • olahraga teratur
    Apabila keluhan terus menetap maupun bertambah buruk atau besar dengan cepat sebaiknya segera hubungi dokter.   Semoga membantu, dr. Dian Paramitasari