Tanya Dokter

  • Perut perih dan berbunyi serta diare

  •  Sumy_isnanto
    Anggota
    Siang dok... dok dua hari yg lalu perut saya rasanya perih dan melilit tiba2, stlh itu hilang dan kdg muncul lagi.. stelah itu mulai kemarin perut sya krucukan entah dlm keadaan perut kosong ataupun hbs makan, mual dan lemes badan saya. hingga akhirnya td pagi sya diare.. kmudian sya minum oralit. Hingga siang ini udh ngga diare tp msh bunyi krucukan perut saya.. itu kenapa ya dok? Trimakasih

    Halo Sumy_isnanto, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Perut yang berbunyi-bunyi (kerucukan) serta nyeri seperti melilit biasanya disebabkan oleh kontraksi usus ritmik yang disebut juga dengan peristalsis usus yang berlebihan. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab peristalsis usus yang berlebihan:

    1. Keracunan makanan dan infeksi di saluran cerna (gastroenteritis) 
    2. Sindroma malabsorbsi atau tidak bisa mencerna zat tertentu dalam makanan
    3. Penyakit radang usus besar seperti pada penyakit Crohn atau kolitis ulseratif
    4. Irritable bowel syndrome (IBS), di mana terjadi gangguan pergerakan usus yang belum diketahui penyebabnya
    5. Konstipasi atau sulit buang air besar
    6. Sumbatan pada usus besar misalnya karena tumor di saluran cerna, perlengketan usus, volvulus
    7. Apendisitis atau usus buntu 
    8. Kondisi lain yang menyebabkan peningkatan pergerakan usus misalnya menstruasi, hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid), penggunaan obat-obatan tertentu
    9. Penggunaan obat-obatan tertentu

     

    Untuk mengetahui lebih jelas penyebab perut berbunyi-bunyi yang anda rasakan, sebaiknya anda memeriksakan diri secara langsung ke dokter. Dokter akan menanyakan lebih lanjut mengenai gejala utama yang anda rasakan dan gejala lainnya yang menyertai misalnya ada tidaknya demam, penurunan berat badan, BAB berdarah, BAB seperti berlemak, riwayat makan makanan atau minum minuman tertentu, pola BAB, riwayat menggunakan obat-obatan tertentu, dan lain-lain. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan, misalnya pemeriksaan darah, pemeriksaan feses, pemeriksaan kadar hormon tiroid bila dicurigai adanya gangguan tiroid, atau kolonoskopi bila memang diperlukan. Terapi dari dokter akan menyesuaikan dengan penyebabnya.

     

    Sebaiknya segera bawa ke dokter bila anda merasakan gejala berikut:

    1. nyeri tidak tertahankan hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur
    2. perut keras seperti papan
    3. demam tinggi
    4. tidak bisa buang angin ataupun buang air besar
    5. perut tampak semakin membesar
    6. terdapat muntah darah, darah pada feses, atau warna kehitaman pada feses

     

    Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala anda antara lain:

    1. Makan makanan yang sehat dan terjamin kebersihannya
    2. Menghindari makanan atau minuman tertentu yang berpotensi menyebabkan gangguan yang anda rasakan, misalnya bila anda merasa melilit setiap minum susu sapi, maka hindarilah minum susu sapi
    3. Kurangi makan makanan yang berlemak dan berminyak
    4. Minum air dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi terutama bila anda diare
    5. Olahraga dalam jumlah cukup
    6. Menghindari rokok dan alkohol
    7. Mengompres perut dengan air hangat
    8. Anda juga dapat mengkonsumsi obat antinyeri seperti parasetamol atau ibuprofen bila perut anda terasa nyeri dan sangat mengganggu.

     

    Berikut ini artikel yang dapat anda baca terkait cara penanganan perut melilit

     

    Sekian dari saya, semoga membantu menjawab pertanyaan anda.

     

    dr. Irna Cecilia