Tanya Dokter

  • perut selalu kembung sebelum dan sesudah makan

  •  Sakura Jeje
    Anggota

    asslmu.alaikum dok...saya mau tanya....g i dok.. kenapa ya dok perut saya selalu kembung udah mkan mau belm tetep kembung...tapi saya juga punya pnyakit tifus...itu gmna ya dok mksh dok wasalam...

    Hai, Perut kembung merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh manusia. Saat gas yang secara natural ada pada saluran pencernaan tidak dikeluarkan melalui sendawa atau buang angin, maka perut dapat terasa kembung. Perut kembung dapat timbul karena berbagai macam sebab, diantaranya :

    1. konsumsi makanan yang tinggi lemak
    2. konsumsi minuman bersoda
    3. konsumsi makanan yang bergas, seperti kol
    4. konsumsi permen karet
    5. minum dengan menggunakan sedotan
    6. makan terlalu cepat
    7. terlalu banyak makan
    8. merokok
    9. stres yang berlebih
    10. penyakit pada saluran cerna seperti : penyumbatan pada saluran cerna, sindroma iritasi usus, celiac's disease, dan lainnya
    Sementara itu, penyakit demam tifoid atau yang biasa dikenal dengan nama tifus, merupakan suatu penyakit menular yang mempunyai gejala utama demam dan gangguan pada saluran cerna. Tifus dapat diatasi dengan pengobatan dari dokter sejak saat gejala demam mulai muncul. Tifus bukanlah merupakan suatu penyakit kronik. Untuk membaca lebih lengkap Anda dapat membuka artikel berikut : Tifus. Untuk mengetahui penyebab dari keluhan yang Anda alami maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan menanyakan lebih lengkap riwayat keluhan, melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjnag bila diperlukan seperti lab darah, USG, dan endoskopi. Berikut merupakan beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi kembung :
    • hindari rokok dan konsumsi alkohol
    • kurangi makan permen karet
    • kurangi makanan yang mengandung gas tinggi - kacang, brokoli, kol, selada, bawang, buah apel dan pir
    • kurangi konsumsi susu dan produk olahannya seperti keju dan yoghurt
      Semoga membantu, dr. Dian Paramitasari