Tanya Dokter

  • Hubungan pingsan dengan thalasemia minor dan defisiesi zat besi

  • Saya  Rudy Tirtadjaja, Umur 56 tahun. Mengidap Thalasemia minor dan Defisiensi zat besi, sudah 4(empat) kali mengalami serangan pingsan  I. 23 juli 2014,  keII 12 nopember 2014, ke III 09 januari 2015 dan ke IV 22 pebruari 2015.

    Apakah pingsan saya tersebut berhubungan dengan Thalasemia minor dan defisiesi zat besi:

    Tanda sebelum dan dalam keadaan pingsan seragam sbb:

    -Pusing dan sampai tidak sanggup bergerak maupun membuka mata.

    -Napas berat /pendek.

    -Putih mata berwarna merah sempurna/darah.

    -Pada puncak serangan, alat tes tekanan(Omron) tidak terbaca dan secara manual denyut nadi tidak terasa. Setelah melewati puncak serangan baru bisa terbaca pada 91/42 pada kondisi ini saya mengeluarkan tinja dan secara perlahan meningkat sampai normal (Lama kejadian dari awal Sampai kembali normal -+2 jam).

    -Disaat pingsan pendengaran dan kemampuan bicara sangat normal.

     

     

    -

    rudy tirtadjaja  rudy tirtadjaja
    Anggota

    rudy tirtadjaja June 2, 2015 at 5:55 pm Saya Rudy Tirtadjaja, Umur 56 tahun. Mengidap Thalasemia minor dan Defisiensi zat besi, sudah 4(empat) kali mengalami serangan pingsan I. 23 juli 2014, keII 12 nopember 2014, ke III 09 januari 2015 dan ke IV 22 pebruari 2015. Apakah pingsan saya tersebut berhubungan dengan Thalasemia minor dan defisiesi zat besi: Tanda sebelum dan dalam keadaan pingsan seragam sbb: -Pusing dan sampai tidak sanggup bergerak maupun membuka mata. -Napas berat /pendek. -Putih mata berwarna merah sempurna/darah. -Pada puncak serangan, alat tes tekanan(Omron) tidak terbaca dan secara manual denyut nadi tidak terasa. Setelah melewati puncak serangan baru bisa terbaca pada 91/42 pada kondisi ini saya mengeluarkan tinja dan secara perlahan meningkat sampai normal (Lama kejadian dari awal Sampai kembali normal -+2 jam). -Disaat pingsan pendengaran dan kemampuan bicara sangat normal.     -
     

    rudy tirtadjaja  rudy tirtadjaja
    Anggota

    rudy tirtadjaja June 4, 2015 at 9:11 pm
    rudy tirtadjaja June 2, 2015 at 5:55 pm Saya Rudy Tirtadjaja, Umur 56 tahun. Mengidap Thalasemia minor dan Defisiensi zat besi, sudah 4(empat) kali mengalami serangan pingsan I. 23 juli 2014, keII 12 nopember 2014, ke III 09 januari 2015 dan ke IV 22 pebruari 2015. Apakah pingsan saya tersebut berhubungan dengan Thalasemia minor dan defisiesi zat besi: Tanda sebelum dan dalam keadaan pingsan seragam sbb: -Pusing dan sampai tidak sanggup bergerak maupun membuka mata. -Napas berat /pendek. -Putih mata berwarna merah sempurna/darah. -Pada puncak serangan, alat tes tekanan(Omron) tidak terbaca dan secara manual denyut nadi tidak terasa. Setelah melewati puncak serangan baru bisa terbaca pada 91/42 pada kondisi ini saya mengeluarkan tinja dan secara perlahan meningkat sampai normal (Lama kejadian dari awal Sampai kembali normal -+2 jam). -Disaat pingsan pendengaran dan kemampuan bicara sangat normal. Tindakan apa yang harus saya lakukan. Terimakasih.   -
     
     

    Halo Pak Rudy, Thalasemia merupakan kelainan bawaan yang menyebabkan darah tidak dapat memiliki jumlah hemoglobin yang cukup di dalam darah. Hemoglobin merupakan alat untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika di dalam darah tidak terdapat cukup hemoglobin maka umur sel darah merah pun menjadi lebih pendek sehingga mudah pecah dan terjadi anemia. Selain itu jika kadar hemoglobin di dalam darah rendah maka oksigen yang beredar ke seluruh tubuh akan sangat sedikit sehingga keluhan yang dirasakan adalah merasa lemah, kelelahan, dan sesak napas. Kemungkinan besar keluhan yang Anda alami disebabkan karena thalasemia minor yang Anda alami. Tetapi untuk lebih pastinya, harap memeriksakan diri ke dokter terdekat untuk dicari adakah kemungkinan lain terkait keluhan yang Anda alami. Selain itu dengan berkonsultasi secara langsung, Anda akan mendapat penanganan yang tepat agar hal ini tidak terulang kembali di kemudian hari. Semoga membantu, dr. Tri  

    rudy tirtadjaja  rudy tirtadjaja
    Anggota

    Maaf Dokter, konsultasi pada beberapa dokter spesialis diBanjarmasin sudah dilakukan tapi tidak ada jawaban yang pasti apa penyakitnya dan apa obatnya. Untuk pemeriksaan lanjutan mohon petunjuknya, ke dokter spesialis apa dan dimana yang mesti didatangi ?. Saya sedang bingung mengingat di Banjarmasin saya sudah berhubungan dengan beberapa Dokter Spesial internis/darah. Terimakasih.