Tanya Dokter

  • Menentukan masa subur jika siklus menstruasi tidak teratur

  •  Dee23
    Anggota

    siang dok mau tanya, semula siklus haid saya teratur (21 hari), tapi setahunan ini saya hitung kembali ternyata siklus haid saya rata-rata hanya 19 hari, tapi pernah juga sampai 14 hari, 18 hari, 23 hari, 24 hari (tidak teratur). apakah ini bisa disebut polimenorhea? dan bagaimana cara menghitung masa subur saya jika siklus haid saya tidak normal dan tidak teratur seperti ini? trimakasih

    Hai,

    Menstruasi normalnya terjadi setiap 21-35 hari sekali, dengan durasi 2-7 hari dan banyaknya sekitar 30-70 ml (sekitar 3-5 pembalut per hari, tergantung kebiasaan dan jenis pembalut yang dipakai, jumlah ini bisa bervariasi). Menstruasi yang terjadi lebih cepat daripada 21 hari sekali dapat dikategorikan sebagai polimenorrhea dan bisa disebabkan oleh:

    • Polip rahim
    • Adenomiosis -- yi. kelainan pertumbuhan lapisan dalam rahim (bernama endometrium) yang tumbuh ke dalam lapisan otot rahim
    • Miom
    • Keganasan
    • Efek samping KB
    • Sindrom ovarium polikistik
    • Gangguan pembekuan darah

    Masa subur adalah masa ketika ovulasi / pelepasan sel telur diperkirakan akan terjadi. Masa subur terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya datang. Pada mereka yang memiliki siklus haid yang tak teratur, masa subur sulit diprediksi hanya menggunakan tanggal haid saja -- masa subur dapat dideteksi melalui pemeriksaan lebih lengkap seperti pemeriksaan darah dan USG. Di samping itu, mereka yang memiliki gangguan siklus haid sedikit banyak berkaitan juga dengan gangguan kesuburan.

    Untuk memastikan penyebab keluhan Anda, diperlukan pemeriksaan langsung oleh Dokter / Ahli Kandungan (Sp. OG). Mungkin diperlukan pemeriksaan darah, air seni dan USG untuk menunjang diagnosis. Setelah penyebabnya jelas, barulah penanganan yang tepat bisa diberikan.

    Sementara waktu, Anda sebaiknya beristirahat cukup setiap hari, menghindari stres dan kelelahan fisik serta banyak mengonsumsi buah dan sayuran.

    Sekian, semoga bermanfaat.

    dr. Radius Kusuma