Tanya Dokter

  • cara mengatasi jerawat dan bentol seperti cacar di wajah

  •  Hady Wijaya
    Anggota

    dok  saya memiliki problem tentang jerawat wajah saya selalu berjerawat meski tidak banyak tapi jerawatnya kecil" adakah solusinya dok? agar jerawat kecilnya kempes + cara ilangin bopengan dok

    ada 1 pertanyaan lagi dok adik saya memiliki bentol" seperti cacar air di wajah apa itu kudis ya? kalo iya tolong berikan solusi penyembuhannya dok,terima kasih

    Dear Hady, Untuk memastikan keluhan Anda adalah jerawat, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit Anda. Jerawat (acne) secara primer merupakan kondisi hormonal yang dikendalikan oleh hormon androgenik (hormon "pria"), yang secara tipikal menjadi aktif selama remaja, namun juga bisa pada dewasa. sensitivitas terhadap hormon, dikombinasikan dengan bakteri pada kulit, dan asam lemak dalam kelenjar minyak akan menyebabkan jerawat. Beberapa kondisi berikut dapat memperparah jerawat:

    • kadar hormon yang berfluktuasi saat menstruasi (pada wanita)
    • memanipulasi jerawat (memencet jerawat)
    • pakaian (seperti topi dan penutup kepala)
    Jerawat ini bisa diterapi menggunakan benzoyl peroxide, retinoid, dan antibiotik. Antibiotik harus diresepkan oleh dokter. Hal-hal berikut dapat Anda lakukan untuk mengurangi dan mencegah jerawat:
    • cuci muka tidak lebih dari dua kali sehari
    • gunakan air sejuk atau hangat dan pembersih yang lembut
    • gunakan tangan dengan sarung tangan bayi yang lembut
    • tepuk, bukan gosok kulit muka (untuk kulit kering)
    Artikel tentang jerawat. Bentol-bentol di wajah bisa merupakan:
    • jerawat
    • infeksi virus, termasuk cacar air
    • infeksi bakteri
    • reaksi alergi
    • gigitan serangga
    • tumor
    • dan lain-lain
    Untuk memastikan diagnosis untuk terapi yang tepat, kunjungi dokter kulit Anda. Jaga selalu kebersihan badan termasuk wajah adalah cara pencegahan yang efektif untuk meminimalisasi munculnya keluhan kuli di wajah. Artikel Dasar-dasar cara merawat kulit.   Semoga bermanfaat. Salam, dr. Rony Wijaya