Tanya Dokter

  • Digigit anjing dan khawatir terkena rabies

  •  the_kid
    Anggota
    Halo dok, sy mau tanya kemarin sy di gigit anjing peliharaan ras besar sy tapi tidak luka dok cuman memar saja dan tidak sampai berdarah atu pun luka ,apa bisa menyebabkan rabies? Thanks.

    Hallo the_kid

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Rabies yaitu penyakit yang terjadi karena infeksi oleh virus RNA dari genus Lyssavirus, famili Rhabdoviridae, virus berbentuk seperti peluru yang bersifat neurotropis, menular dan sangat ganas yang ditularkan melalaui hewan tertentu. Rabies dapat menginfeksi manusia melalui jilatan atau gigitan juga cakaran hewan yang terjangkit rabies seperti anjing, kucing, kera, musang, serigala, rakun, kelelawar (biasanya virus masuk melalui luka yang diakibatkan oleh hewan terjangkit rabies ini). Sebagian besar kasus (98%) disebabkan oleh gigitan anjing. Rabies adalah infeksi virus akut yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan mamalia. Karena perlu adanya tempat masuk awal dari virus ini, yaitu biasanya luka pada tubuh yang terkena liur hewan yang tertular rabies, maka jika tidak ada luka akibat gigitan, biasanya kasus terjadinya infeksi rabies jarang. Peluang untuk terjadinya rabies juga akan berkurang jika hewan peliharaan anda sudah mendapatkan vaksinasi sebelumnya. Namun anda perlu mengingat bahwa infeksi ini masih saja mungkin terjadi, mengingat kita tidak bisa mengetahui apakah telah terinfeksi rabies jika gejala infeksi belum muncul, selain itu masa inkubasi hingga terjadi gejala pada infeksi rabies ini cukup lama. Masa inkubasi virus rabies hingga menimbulkan gejala sangat bervariasi, mulai dari 7 hari sampai lebih dari 1 tahun, rata-rata 1-2 bulan, tergantung jumlah virus yang masuk, berat dan luasnya kerusakan jaringan tempat gigitan, jauh dekatnya lokasi gigitan ke sistem saraf pusat, persarafan pada daerah luka gigitan dan sistem kekebalan tubuh.

    Penyakit rabies dapat dicegah dengan memberikan vaksin pada binatang yang berpotensi sebagai penyebar virus rabies. Selain itu jika tergigit hewan yang dicurigai terinfeksi rabies, luka gigitan harus segera dicuci dengan air sabun agar lemak yang menyelimuti virus rabies larut sehingga virus mati. Setelah itu, anda harus diberi vaksin antirabies (VAR), sekaligus serum antirabies (SAR). Hal itu untuk mencegah virus yang bergerak cepat menuju pusat saraf, yakni otak. Pemberian vaksin anti rabies dan serum antirabies ini dilakukan sesuai rekomendasi WHO, dengan melihat kontak terhadap hewan yang dicurigai terinfeksi rabies:

    • Kategori 1: menyentuh, memberi makan hewan atau jilatan hewan pada kulit yang intak (tidak mengalami luka) karena tidak terpapar, maka tidak perlu profilaksis (terapi pencegahan), apabila hasil tanya jawab terhadap orang yang mengalami kontak dengan hewan tersebut dapat dipercaya.
    • Kategori 2: termasuk luka yang tidak berbahaya adalah jilatan pada kulit luka, garukan, atau lecet, luka kecil disekitar tangan, badan, dan kaki. Untuk luka resiko rendah diberi vaksin antirabies (VAR) saja.
    • Kategori 3: jilatan/ luka pada mukosa (jaringan berbentuk lapisan atau membran yang melapisi beberapa organ tubuh), luka diatas daerah bahu (muka,kepala,leher), luka pada jari tangan/kaki, genital (daerah kemaluan), luka yang lebar atau dalam dan luka yang banyak (multipel) atau ada kontak dengan kelelawar, maka gunakan vaksin antirabies (VAR) dan serum antirabies (SAR).

    Untuk vaksinasi dan pemberian serum ini sendiri jumlah dosis, frekuensi pemberian serta cara pemberiannya sudah ditentukan dan diketahui oleh tenaga kesehatan. Sehingga untuk mendapatkan penanganan terhadap kondisi anda, sebaiknya anda memeriksakan diri pada tempat layanan kesehatan terdekat.

    Semoga jawaban ini membantu.

     

    dr. Aldy Valentino