Tanya Dokter

  • Solusi atasi rasa nyeri di perut kiri bawah dan pinggang sampai ke testis kiri disertai mual

  • <span style="color: #666666; font-family: 'Open Sans', Arial, sans-serif; font-size: 14px;">dok, saya mau tanya, beberapa hari lalu, saya mengalami nyeri di perut bagian bawah tengah disertai rasa ingin BAK terus menerus tapi pada waktu BAK tidak sakit dan lancar. beberapa hari kemudian perut sebalah kanan terdapat benjolan, kemudian menghilang. rasa sakit kemudian daatang di perut sebelah kiri bawah hingga sekarang. rasa sakit juga sampai ke testis sebelah kiri (terasa panas). dan testis membesar setelah BAB atau BAK, tapi pada proses BAB atau BAK tidak merasa sakit. sekarang rasa sakit tersebut kadang muncul kadang hilang, disertai dengan rasa sakit di pinggang sebelah kiri dan punggung sebelah kiri. dan terkadang terasa mual. mohon penjelasannya dok, karena saya sudah USG tapi kata dokternya tidak apa-apa. </span><br style="box-sizing: border-box; color: #666666; font-family: 'Open Sans', Arial, sans-serif; font-size: 14px;" /><br style="box-sizing: border-box; color: #666666; font-family: 'Open Sans', Arial, sans-serif; font-size: 14px;" /><span style="color: #666666; font-family: 'Open Sans', Arial, sans-serif; font-size: 14px;">

    Hai, Nyeri perut bawah bisa disebabkan oleh:

    Nyeri perut bawah yang disertai gejala-gejala penyerta terkait saluran kemih (mis. nyeri saat BAK, rasa tak tuntas sehabis BAK, sering BAK) mungkin menandakan penyebabnya adalah gangguan saluran kemih seperti infeksi atau batu. Jika gejalanya terkait dengan aktivitas mengejan (mis. untuk BAK / BAB, batuk/bersin), mungkin penyebabnya adalah hernia. Nyeri perut bawah kadang dapat menjalar ke punggung dan hal tersebut mungkin menandakan masalahnya berkaitan dengan gangguan saluran kemih. Pemeriksaan USG memiliki sejumlah keterbatasan (mis. tergantung keahlian pemeriksa, kondisi pasien saat diperiksa) dan karena itu tidak bisa secara meyakinkan menyingkirkan suatu diagnosis. Untuk memastikan penyebab keluhan Anda, diperlukan pemeriksaan langsung oleh Dokter / Ahli Penyakit Dalam (Sp. PD). Mungkin diperlukan pemeriksaan tambahan seperti foto Roentgen, pemeriksaan air seni sampai CT-Scan untuk menunjang diagnosis. Setelah penyebabnya jelas, barulah penanganan yang tepat bisa diberikan. Tips berikut mungkin membantu:
    • Hindari menahan BAK
    • Minum sekurangnya 2 liter air per hari
    • Minum parasetamol jika nyeri amat mengganggu
    Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma  

    terimakasih dok, informasinya sangat membantu. Saya sudah periksa k dokter spesialis urologi karena ingin BAK terus. dan dokter bilang saya mempunyai varikokel berdasarkan hasil CT-scan. dokter tidak menyarankan tidndakan operasi dikarenakn sya sudah mempunya anak. yang ingin saya tanyakan dok? apakah varikokel yang tidak di operasi akan terus menimbulkan rasa sakit seperti yang saya alami? seperti rasa nyeri perut kiri bagian bawah, testis sebelah kiri dan punggung belakang sebelah kiri? karena dokter memberikann obat antibiotok dan obat anti nyeri saja. atau apakah saya harus periksa k dokter spesialis dalam untuk memastikan kondisitubuh saya? terimaksih dok

    Hai, Varikokel pada umumnya tidak memberikan gejala; kalaupun ada, gejalanya mungkin ialah pembengkakan di area testis, yang bisa disertai nyeri derajat ringan. Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah setempat di sekitar testis. Testis merupakan organ reproduksi yang berfungsi sebagai tempat produksi sperma -- produksi sperma dipengaruhi oleh suhu; pada suhu panas, produksi sperma dapat terganggu. Karena panas tubuh dibawa oleh aliran darah, sementara varikokel berpotensi meningkatkan suhu di sekitar testis, terdapat kekhawatiran bahwa adanya varikokel dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Secara penelitian, belum ada bukti kuat bahwa operasi varikokel dapat "menyembuhkan" gangguan kesuburan pada laki-laki. Rasa nyeri di perut bawah kiri, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bisa berasal dari organ saluran kemih atau saluran cerna. Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan langsung oleh Dokter / Ahli Penyakit Dalam (Sp. PD). Mungkin diperlukan pemeriksaan darah dan USG untuk menunjang diagnosis. Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma