Tanya Dokter

  • Resiko penularan dan gejala awal HIV

  •  D
    Anggota

    Halo, Dok.

     

    Sekitar dua minggu yang lalu, saya melakukan perbuatan yang menurut saya beresiko terpapar HIV. Saya melakukan french kissing dengan seseorang. Ketika saya menanyakan statusnya, dia mengatakan dia tidak mengidap HIV. Namun, dia tidak pernah dites HIV. Jadi, yang ingin saya tanyakan:

     

    1. Seberapa besar resiko penularan HIV melalui ciuman (dalam hal ini french kissing yang merupakan ciuman dalam yang melibatkan lidah)? 2. Sebaiknya kapan seseorang melakukan tes ELISA agar hasilnya akurat? Maksud saya, berapa minggu sejak perbuatan beresiko? 3. Apakah gejala lesi pada mulut dan radang tenggorokan (yang merupakan gejala awal terinfeksi HIV) selalu disertai dengan rasa sakit?

    4. Saya mengalami demam kira-kira seminggu setelah perbuatan beresiko dan demam itu hanya bertahan satu hari. Apakah demam itu bisa dihubungkan dengan gejala awal HIV?

     

    Terima kasih, Dok.

    D  D
    Anggota

    Dan satu lagi, Dok. Apakah alat tes HIV rumahan seperti OraQuick keakuratannya dapat dipercaya?

    Hello, Cara penularan infeksi HIV terjadi lewat beberapa cara, yaitu :

    1. Penularan melalui hubungan seksual
    2. Penularan vertical dari ibu ke anak yang dikandungnya
    3. Penularan melalui jarum suntik
    4. Penularan melalui transfuse darah
    Secara umum, berbagai cara lain yang memungkinkan terjadinya kontak darah dengan penderita HIV positif (atau yang disebut dengan ODHA) dapat meningkatkan risiko penularan. Seperti 'French kissing' sebenarnya dapat berisiko menularkan HIV jika terjadi kontak darah. Namun besar persentase penularannya tidak sebesar jika dilakukan melalui 4 cara penularan yang telah disebutkan sebelumnya, dan sangat bervariasi bergantung pada :
    1. Stadium HIV yang diderita oleh ODHA
    2. Pengobatan yang dilakukan oleh ODHA
    3. Ada tidaknya penyakit menular seksual pada ODHA
    4. dan lainnya
    Berikut adalah laman yang memuat persentase penularan HIV melalui berbagai jenis tindakan: http://www.cdc.gov/hiv/policies/law/risk.html Diagnosa HIV-AIDS tidak dapat ditegakkan hanya dengan merasakan gejala yang mirip dengan HIV. Gejala awal HIV-AIDS berupa demam dan radang tenggorokan yang sangat mirip dengan penyakit flu pun tidak dapat dihubungkan dengan penegakkan diagnose HIV-AIDS tanpa dilakukannya pemeriskaan darah. Waktu yang disarankan untuk dilakukannya pemeriksaan darah HIV adalah sekitar 1 bulan sejak terinfeksi.Pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnose HIV-AIDS merupakan pemeriksaan serial yang bisa mencapai 3 kali pemeriksaan darah. Menurut FDA (Food and Drug Administration) USA, OraQuick (R) memiliki efektifitas yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan dengan syarat dilakukan secara benar sesuai petunjuk. Angka kesalahan hasil meningkat jika dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang medis. Berikut adalah laman yang bisa Anda baca untuk melihat efektifitas dan spesifitas dari penggunaan OraQuick (R) : http://www.fda.gov/downloads/BiologicsBloodVaccines/BloodBloodProducts/ApprovedProducts/PremarketApprovalsPMAs/UCM091919.pdf Dan berikut adalah laman yang membahas penyakit HIV-AIDS secara umum : http://www.alodokter.com/hiv-aids/ Semoga dapat bermanfaat. Salam, dr Henry Andrean