Tanya Dokter

  • Keluar darah dari vagina saat berhubungan intim

  •  Syahkira Rara
    Anggota

    dokter saya mau tanya?kalau saya berhubungan dengan suami kadang kadang mengeluarkan darah.kenaapa bisa begitu ya dok.tolong di sering ya dok.

     

    Halo Syahkira,

    Pendarahan yang terjadi saat atau setelah berhubungan seks merupakan masalah yang tidak wajar. Hal ini dapat disebabkan oleh masalah ringan, akan tetapi bisa juga tanda dari masalah yang serius. Pendarahan ini tidak memandang umur, dapat terjadi pada wanita yang berusia muda atau sudah cukup berumur. Berikut beberapa penyebab pendarahan saat atau setelah berhubungan seks:

    • Gesekan selama berhubungan seksual
    • Kurangnya cairan lubrikasi
    • Baru pertama kali berhubungan seks
    • Ektropion serviks
    • Radang serviks
    • Luka genital akibat penyakit menular seksual
    • Cedera lapisan rahim
    • Vagina kering
    • Atrofi vagina
    • Vaginitis
    • Polip yang tumbuh di leher rahim
    • Kanker serviks

    Sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan. Memang pendarahan dapat disebabkan oleh masalah yang ringan, akan tetapi pada beberapa kondisi, pendarahan dapat disebabkan oleh masalah serius seperti keganasan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti tes darah, USG, atau pap smear kepada Anda. Sementara ini Anda tidak dianjurkan untuk berhubungan seks hingga pendarahan berhenti. Jika memang ingin berhubungan seks, penggunaan kondom dapat mencegah kemungkinan infeksi.

    Semoga membantu,

    Dr. Yosephine

    Syahkira Rara  Syahkira Rara
    Anggota

    tapi kan dok tadi malam saya berhubungan intim dengan suami saya.dan saya mengeluarkan darah kecoklatan sampai pagi pun keluar sedikit.yg mau saya tanyakan di bawah pusar saya macam ada kena luka sakit dan perih.dan saya pernah kedokter katanya saya ada miom itu pun kecil.dan saya konsultasi saya mau di oprasi percuma karena masih terlalu kecil.dan saya minta obat untuk menghancurkan miomnya tidak ada obatnya

     

    Halo Syahkira,

    Ada baiknya Anda sementara tidak berhubungan dahulu dengan suami hingga tidak mengalami pendarahan lagi. Konsultasikan hal ini dengan segera ke dokter spesialis kandungan. 

    Miom sendiri merupakan pertumbuhan jaringan di sekitar atau dalam rahim (uterus) yang tidak bersifat ganas. Sekitar 75% wanita pernah memiliki miom, dan banyak yang tidak sadar karena sering tidak menimbulkan gejala. Akan tetapi pada miom tertentu yang menimbulkan gejala dapat berupa:

    • Menstruasi berlebih atau menyakitkan
    • Sering buang air kecil
    • Konstipasi
    • Rasa sakit pada bagian perut
    • Sakit saat berhubungan seksual

    Terkadang, miom dapat juga mengganggu kehamilan. Untuk memastikan masalah miom pada diri Anda, ada baiknya berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kandungan. Jika dirasa perlu, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan seperti USG kepada Anda. Pada miom yang tidak memberikan gejala, dokter tidak memberikan obat-obatan. Akan tetapi jika miom menimbulkan gejala, dokter dapat memberi obat-obatan seperti:

    • Pil KB
    • Levonorgestrel intrauterine system (LNG-IUS)
    • Asam traneksamat
    • Obat anti inflamasi non steroid
    • Norethisterone oral
    • Progesteron suntik
    • Gonadotropin releasing hormone (GnRH)

    Miom dapat muncul kembali di masa mendatang meski sudah dilakukan tindakan diatas atau operasi. Ikuti anjuran dokter mengenai penanganan miom. Jika memang dianggap tidak terlalu berpengaruh miom yang ada pada diri Anda, dokter tidak akan melakukan tindakan agresif untuk menghancurkannya.

    Semoga membantu,

    Dr. Yosephine