Tanya Dokter

  • Penyebab sakit di bagian dada jika bergerak

  • saya merasakan sakit di dada jika bergerak atau dada ditekan saya takut punya penyakit jantung tapi saya sudah rosen dan ekg hasil nya normal , tapi saya sampai sekarang masih merasakan nya . saya punya sakit maag , atau karena maag tersebut ? mohon penjelasan nya karena kalau membaca tanda" sakit jantung kebanyakan mirip mohon penjelasan nya

    Halo, Umumnya jika seseorang mengalami nyeri dada, akan langsung dikaitkan dengan penyakit jantung, karena penyakit jantung dapat bersifat fatal dan membutuhkan penanganan segera. Jika Anda sudah menjalani pemeriksaan jantung seperti rekam jantung(EKG) dan foto rontgen serta sudah berkonsultasi dengan dokter dan dinyatakan tidak mengalami sakit jantung, maka dapat dipikirkan mengenai kemungkinan penyebab yang lain. Gejala-gejala nyeri dada berikut ini memiliki kemungkinan kecil diakibatkan oleh jantung:

    • nyeri dada yang bertambah jika ditekan
    • nyeri dada yang berkurang atau bertambah dengan perubahan posisi
    • nyeri dada yang muncul saat batuk atau menarik napas
    Kemungkinan lain penyebab nyeri dada Anda adalah gangguan di tulang, otot, saraf, misalnya:
    • retak atau patah tulang iga, nyeri dada akan muncul  saat batuk, menarik napas, dan saat menekan dada
    • regangan otot biasanya nyeri dada bersifat menetap dan diperberat oleh aktivitas
    • herpes di daerah dada, menimbulkan nyeri dada yang bersifat tajam
    Nyeri dada Anda juga mungkin disebabkan masalah pencernaan:
    • refluks asam lambung (GERD) yaitu kembalinya isi lambung ke kerongkongan yang menimbulkan rasa terbakar di dada dan rasa asam di mulut, dipicu oleh kegemukan, makan yang asam dan berlemak, merokok
    • ulkus peptikum yaitu luka di saluran cerna, nyeri dada akan membaik dengan obat antacid, dipicu oleh alkohol, merokok, obat antinyeri
    • batu empedu, nyeri daerah dada dan ulu hati terutama setelah makan makanan berlemak
    Anda dapat konsultasi kembali dengan dokter Anda mengenai hal ini. Dokter akan melakukan wawancara, pemeriksaan fisik dan penunjang seperti foto rontgen, USG atau endoskopi jika diperlukan. Tindakan berikut ini mungkin bermanfaat:
    • Tidak merokok
    • Menghindari minuman beralkohol
    • Menjaga berat badan ideal
    • Konsumsi paracetamol jika nyeri
    Artikel ini dapat dibaca: Nyeri dada Semoga bermanfaat, dr.Miranti Iskandar  

    dok saya mau tanya apakah gerd bisa menyebabkan ketidak teraturan detak jantung ? mohon di jawab dok karena saya takut karena hampir sering jantung nya tak teratur , apakah memang benar asam lambung bisa mempengaruhi detak jantung

    Halo, GERD tidak secara langsung menyebabkan ketidakteraturan irama jantung. Faktor-faktor yang mencetuskan GERD seperti merokok, konsumsi kopi, alkohol, stres dapat mencetuskan irama jantung tidak teratur. Normalnya jantung berdetak dengan teratur dan memiliki frekuensi yang normal di kisaran 60-100x/menit. Irama jantung yang tidak teratur tidak selalu menandakan memiliki penyakit jantung. Beberapa keadaan penyebab irama jantung tidak teratur:

    • stres
    • latihan fisik
    • konsumsi kopi, alkohol, stimulan
    • merokok
    • keadaan kesakitan
    • gangguan mineral di darah, misalnya kadar kalium yang rendah
    • efek samping obat batuk dan pilek
    • efek suplemen
    Anda perlu konsultasi ke dokter jika:
    • irama yang tidak teratur tersebut disertai dengan gejala pingsan, rasa melayang, sesak napas atau nyeri dada
    • Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung
    • Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung, misalnya hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi
    Untuk mengetahui gangguan irama tersebut akibat penyakit jantung atau tidak dokter akan menanyakan riwayat penyakit, melakukan pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan tambahan seperti rekam jantung (EKG), EKG 24 jam (holter), USG jantung, treadmill sesuai indikasi. Langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:
    • cukup beristirahat
    • tidak merokok
    • hentikan konsumsi kopi, alkohol, teh, minuman bersoda
    • cukup makan buah dan sayur sehingga tidak kekurangan mineral di tubuh
    • membatasi konsumsi MSG, pengawet, makan yang terlalu asam atau pedas
    • mengurangi stres
    Artikel ini dapat membantu, Aritmia Semoga bermanfaat, dr.Miranti Iskandar