Tanya Dokter

  • Sakit kepala dan leher terasa pegal

  •  aprilliadd
    Anggota
    Halo dok, mau tanyaa Kalau sering sakit kepala tiba2, Terus sakit nya itu sakit banget tapi ngga ada gejala apa2 Sebelum nya seperti pusing/yg lain Dan leher juga jd berasa pegel. Sering sakit nya udah lama, tapi belum pernah cek. Kira kira kenapa ya dok?

    Halo,

    Keluhan sakit kepala yang muncul tiba-tiba dengan intensitas yang berat, pastilah sangat mengganggu dan mengkhawatirkan. Sakit kepala tidak selalu merupakan gejala penyakit serius. Berdasarkan penyebabnya terdapat 2 jenis sakit kepala, yaitu sakit kepala primer dan sekunder.

    Sakit kepala primer sering dialami kebanyakan orang, disebabkan karena ketegangan struktur otot, senstivitas saraf terhadap nyeri namun tidak berhubungan dengan penyakit serius yang terjadi pada tubuh. Sakit kepala jenis ini dipicu oleh gaya hidup yang kurang sehat, ketegangan otot kepala dan leher karena posisi tubuh yang tidak ergonomis saat duduk bekerja, kelelahan fisik. Sakit kepala jenis ini biasanya mengganggu namun bila diperbaiki faktor pencetusnya, sakit kepala akan mereda dan jarang kambuh kembali. Yang termasuk sakit kepala primer adalah sakit kepala tegang,migrain dan sakit kepala cluster.

    Jenis yang kedua disebut sakit kepala sekunder merupakan gejala yang disebabkan oleh penyakit lain, seperti masalah penglihatan, infeksi virus, sinusitis, selesma (infeksi saluran penafasan ringan karena virus), infeksi/nyeri telinga, terlalu sering mengkonsumsi obat pereda nyeri, infeksi gigi, gangguan/penyakit saraf, tumor jinak/ganas otak, insomnia/gangguan tidur dan serangan panik.

    Sebaiknya bila memang sakit kepala telah terjadi dalam jangka waktu yang lama, muncul tiba-tiba dan sangant mengganggu aktivitas Anda, ada baiknya segera ditelusuri penyebab/pemicunya.Lakukan konsultasi langsung dengan Dokter. Dokter akan melakukan tanya jawab detail mengenai keluhan dan riwayat penyakit yang pernah Anda alami. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik yang menyeluruh dan bila diperlukan menyarankan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, EEG (rekam aktivitas otak), tes urine, tes mata. Pemeriksaan penunjang ini akan membantu Dokter menganalisis secara detail apa penyebab sakit kepala Anda. Penanganan yang tepat dapat diberikan bila sudah ditentukan diagnosis dan penyebab sakit kepala.

    Dari keluhan yang Anda tuliskan kemungkinan sakit kepala yang Anda alami merupakan sakit kepala tegang. Baca di sini mengenai Sakit Kepala Tegang.

    Namun tetap waspadai keluhan sakit kepala apabila disertai dengan kelemahan tubuh di salah satu sisi , terjadi lebih dari lima kali dalam sebulan, bicara dan gerak bibir sulit dimengerti, disertai dengan gejala seperti demam, kaku leher, kebingungan dan kejang.

    Lakukan tips berikut untuk mengurangi kekambuhan sakit kepala dan cara mengatasinya di rumah :

    • Beristirahat dalam ruangan yang nyaman dan gelap. Duduk atau berbaring untuk meredakan sakit kepala dan leher yang tegang. Pikirkan hal yang positif dan menyenangkan. Pilih teknik relaksasi, lakukan sampai sakit kepala mereda.
    • Konsumsi air minum dalam jumlah yang cukup dan tertib makan di jam makan. Makan dengan jam yang teratur membantu tubuh mempertahankan kadar gula dalam darah agar selalu normal/tidak terlalu rendah . Rendahnya kadar gula darah dapat memicu sakit kepala.
    • Kompres dingin area leher dan dahi untuk meredakan nyeri kepala.
    • Hindari minuman beralkohol dan makanan yang berpengawet/diasapkan/diasinkan (karena mengandung nitrat yang dapat mencetuskan sakit kepala)
    • Mempraktekkan Pola Hidup Sehat, caranya pilih konsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari konsumsi makanan berlemak, yang digoreng dalam minyak banyak, mengurangi/menghindari konsumsi minuman berkafein, berhenti merokok/hindari asap rokok, berolahraga secara teratur dan beristirahat cukup di malam hari (minimal 7 jam).
    • Kelola stress dengan bijaksana. Stress emosional sering memicu sakit kepala.
    • Bila sakit kepala tidak tertahankan minumlah obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol. Perhatikan aturan pemakaian dan cara minum obat. Sebaiknya tidak terlalu sering mengkonsumsi obat pereda nyeri, batasi konsumsi maksimal 2x dalam seminggu.

     

    Demikian info yang dapat Kami bagikan, semoga membantu Anda.

    Salam sehat, Dr. Caecilia Haryu Aryapti.