Tanya Dokter

  • Mengatasi depresi akibat kanker otak

  •  Jono N Joni
    Anggota
    Dokter Sudah Setahun Terakhir saya merasakan sakit kepala yang sunggu menyiksa. Dari Tahun Baru 2016 Sampai Tahun 2017 ini Sakit kepala tak kunjung sembuh, Sudah Puluhan obat sudah saya konsumsi, Sudah Puluhan Terapi Mulai Burah, Totok Oksigen, Pijat dan terakhir Bekam Kepala sudah saya lakukan tapi semua hasilnya nihil. kemarin saya akhirnya memberanikan untuk CTScan dan dokter memvonis sebagai kanker otak. Rasanya Sedih dan Hancur. Harapan hidup sebentar lagi karna sudah stadium akhir. Bagaimana Supaya Saya Bisa Menikmati hidup bahagia di akhir hayat hidup ini? Apa yang harus saya lakukan supaya tidak depresi dan frustasi agar di akhir hidup, saya bisa memberikan hal terbaik untuk keluarga serta saudara dan sahabat ? Rasanya Aku ingin kembali ke masalalu saat terlahir pertama kali ke dunia lalu berjuang berbuat kebaikan sebanyak mungkin supaya hidup ini tidak sia2. Aku menyesal sudah menyiakan hidupku dengan kebodohanku selama ini. Saya tidak minta apa2 semoga hidup ini menjadi jalanku ke surga Allah. Amin..
    Jono N Joni  MonChan
    Anggota

    Hai Jono, Saya bukan Dokter,tapi saya ingin memberikan kamu motivasi hidup menikmati hidup bahagia di akhir hayat hidup kamu? kamu bisa bermain dan menghabiskan waktu terhadap keluarga,sahabat kamu seperti biasanya,jangan memikirkan kematian kamu terdahulu,takut akan kematianmu,justru akan membuat kamu semakin depresi dan frustasi,semakin anda pikirkan semakin depresi ,beban kamu akan semakin menekan kamu,dan membuat kepala kamu pusing,dan tidak ada kata terlambat untuk hidup,hidup kamu tidak sia sia Joni,sekali lagi, hidup kamu tidak sia sia,karena rencana Tuhan tidak akan kamu ketahui dan tidak sesuai yang kamu harapkan,percayalah rencana Tuhan akan indah pada waktunya,dan tetap berpeganglah,janganlah kamu takut akan kematianmu,kematian bukanlah akhir dari segalanya tetapi melainkan mendapatkan kehidupan yang kekal disana,mati didunia ini cuma sekali, dan akan hidup kekal selamanya disurga,cukup hanya percayalah kepada Tuhan Yesus Juru Selamat kita,semua dosa kamu sudah ditanggung oleh-Nya dahulu ketika Ia disalibkan di atas kayu salib kesakitan,sengsara,darah yang dicurahkan-Nya menanggung semua dosa kita,Ia rela sengsara untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa maut,untuk itu marilah percaya kepada-Nya kamu akan mendapatkan surga, sangat sederhana dan indah, dan ingatlah tidak ada yang mustahil dudunia ini bagi Tuhan karena mukjizat itu nyata,jika Tuhan masih mengijinkan kamu untuk berpelayanan di dunia ini,kamu pasti akan diberikan mukjizat dan itu pasti terjadi,jika Tuhan memanggil kamu pulang maka kamu harus melepas semuanya karena misi didunia ini telah kamu laksanakan walaupun kamu berpikiran tidak pernah berbuat kebaikan didunia ini,tetapi kamu pasti tidak akan menyadarinya hal sekecil apapun itu pasti ada kebaikannya,dan Tuhan telah memakai hidup kamu,Semoga bermanfaat,Tuhan Yesus memberkati :)

    Halo Jono, terimakasih telah berbagi di Komunitas Alodoker,
    juga terimakasih atas dukungan yang disampaikan oleh Monchan

    Kanker otak merujuk pada proses keganasan yang terjadi pada sel-sel di otak. Berbeda dengan kanker pada bagian tubuh lain, kanker otak biasanya tidak menyebar ke organ lain, cenderung terlokalisir di dalam otak atau tulang belakang saja. Berikut pembagian tingkat atau stadium kanker otak :

    1. tingkat 1- sel-sel abnormal bertumbuh secara lambat, menyerupai sel yang sehat
    2. tingkat 2 - meski bertumbuh relatif lambat, bisa menyebar ke sel normal yang ada di sekitarnya
    3. tingkat 3 - pertumbuhan terjadi secara aktif, demikian pula penyebarannya ke sel yang sehat
    4. tingkat 4 - sel kanker tumbuh secara cepat, ganas, dan aktif

    Berdasarkan tingkat keparahannya, barulah ditentukan langkah penanganan yang tepat. Pada kanker otak stadium akhir (tingkat 3 dan 4), pengobatan bukan ditujukan untuk kesembuhan, melainkan meningkatkan kualitas hidup pasien. Salah satu terapi tersering adalah pemberian obat antinyeri untuk mengatasi rasa sakit yang kerap muncul. Di samping itu, dukungan keluarga dan orang di sekitar juga diperlukan untuk menyokong kondisi psikologis pasien. Bila diperlukan, pasien kanker stadium akhir bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater), terutama bila muncul gejala-gejala psikologis yang menonjol, seperti merasa depresi, sulit tidur, cemas berlebih, dan keluhan psikis lainnya. Dokter akan menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai kondisi psikologis pasien.

    Demikian yang bsa saya sampaikan, semoga bermanfaat