Tanya Dokter

  • Sakit kepala terus menerus

  • siang dok, terima kasih atas jawabannya dok. saya hendak melengkapi pertanyaan saya tadi. umur saya 18 tahun sekarang, sakit kepala yang saya rasakan hanya pada satu tempat tetapi begitu sakit, kalau sedang kambuh biasanya tidak bisa melakukan aktivitas hanya ingin tidur di tempat yang gelap dan sunyi sekitar 4-6 jam sakit kepala pun hilang, dan juga disertai mual dan muntah. dokter mendiagnosis epilepsi, dan juga apabila saya tidak meminum obat tersebut langsung sakit kepala itu kambuh. bagaimana solusinya dok terima kasih

    Halo, terima kasih sudah bertanya di alodokter.com

    Keluhan yang Anda alami kemungkinan disebabkan migrain yaitu sakit kepala hanya pada sebelah kepala dan biasanya bisa disertai dengan mual dan muntah jika sangat nyeri.
    Sakit kepala merupakan keluhan yang umum dirasakan dan dapat terjadi pada seluruh kepala atau dibagian tertentu saja. Sakit kepala biasanya dapat disertai dengan keluhan seperti mual, muntah, atau meriang. Gejala mual dan muntah yang menyertai sakit kepala seperti yang Anda alami kemungkinan dapat dipicu oleh sakit kepala yang berlebihan. Selain itu muntah dapat pula menjadi penanda adanya tekanan di dalam rongga kepala, misalnya akibat cedera kepala, tumor dan sebagainya.
    Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala dapat dibagi menjadi sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder, yaitu:
    1. Sakit kepala primer, yaitu sakit kepala yang disebabkan karena gangguan pada struktur kepala dan bukan akibat penyakit lain. Sakit kepala jenis ini diantaranya: 
    Sakit kepala tegang
    Sakit kepala cluster
    Migrain

    2. Sakit kepala sekunder, yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit lain seperti:
    • Faktor Hormonal
    • Sinusitis
    • Infeksi telinga
    • Infeksi gigi
    • Penyumbatan pembuluh darah otak
    • Meningitis

    Epilepsi merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kejang berulang. Penyebab terjadinya epilepsi adalah akibat letupan atau gangguan sinyal listrik  yang ada di dalam otak. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti sehabis cidera otak, tumor otak, stroke sehingga terjadi kerusakan sistem saraf otak. Namun pada sebagian besar kasus epilepsi masih belum diketahui secara pasti penyebabnya. Pengobatan epilepsi adalah dengan cara minum obat anti epilepsi. Obat ini berfungsi untuk menghambat sistem neurotransmiter saraf di otak sehingga kejang tidak terjadi.
    Beberapa kriteria penghentian pemakaian obat anti epilepsi:
    • Bebas dari kejang selama minimal 2 tahun
    • Hasil EEG/rekaman gelombang otak
    • Penghentian dari obat anti epilepsi harus selalu melalui pengawasan dan sesuai dengan anjuran dokter spesialis saraf

    Mengingat Anda memiliki riwayat epilespsi, saya sarankan untuk memastikan secara pasti keluhan sakit kepala yang Anda alami dengan melakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter secara langsung.
    Dokter akan menanyakan riwayat keluhan yang Anda alami, melakukan pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan pada kepala, mata, saraf, dan pemeriksaan penunjang bila di butuhkan seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan pencitraan ( rontgen, CT-Scan, MRI, EEG, dll). Pemeriksaan ini akan membantu dokter menentukan penyebab keluhan Anda sehingga pengobatan yang tepat dapat diberikan.

    Berikut beberapa saran yang dapat Anda lakukan :
    • Cukupi istirahat 
    • Batasi aktivitas berat yang melelahkan tubuh
    • Makan secara teratur dengan gizi yang seimbang
    • Batasi konsumsi makanan yang mengandung penyedap rasa
    • Cukupi kebutuhan air putih minimal 2 liter perhari
    • Salurkan amarah dengan cara yang tepat
    • Mengontrol emosi agar tidak meledak-ledak
    • Jika sakit kepala terasa mengganggu, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen

    Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat.
    Salam, dr.Sylvia