Tanya Dokter

  • sakit pada dada bagian tengah

  •  fb-ishahsha
    Anggota

    Doktor...nma sy Sha brumur 18 thun...sy sering sakit Dada kebelakangan ini...pabila sy tdur mengiring & hndak tkar posisi skit pd Dada akn dtang... knapa ya? Hrus jmpa Doktor?

    fb-ishahsha  dr. Devika Y
    Dokter

    Halo Sha, Keluhan nyeri dada seringkali membuat orang menjadi khawatir. Nyeri dada yang dirasakan ketika perubahan posisi misalnya berganti miring ke kiri menjadi ke kanan saat tidur kemungkinan disebabkan karena adanya masalah pada otot dada / tendon. Nyeri karena otot / tendon biasanya tidak perlu penanganan khusus. Namun selain karena masalah pada otot dada, keluhan nyeri dada juga bisa disebabkan karena hal lain yang lebih serius seperti angina / angin duduk, serangan jantung, penyakit asam lambung, pneumonia, pleuritis, masalah paru lainnya, gangguan elektrolit, stress, kecemasan, depresi, masalah psikologis lain, dll. Untuk memastikan keluhan nyeri dada, ada baiknya jika Anda memeriksakan diri ke dokter saat merasakan nyeri dada agar bisa dilakukan pemeriksaan misalnya dengan rekam jantung, tes darah, echocardiografi, rontgen dada, dll. Selanjutnya Anda bisa diberikan penanganan sesuai dengan penyebab dan kondisi Anda. Sementara itu, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

    • Perbanyak minum air putih
    • Makan makanan sehat dan bergizi
    • Kurangi olahraga berat terutama pada otot dada
    • Olahraga teratur
    • Istirahat cukup
    • Biasakan pola hidup sehat
    • Hindari alkohol dan asap rokok
    • Jika terasa nyeri, cobalah untuk bernapas pendek-pendek untuk mengurangi nyeri
    • Hindari gerakan yang tiba-tiba saat nyeri dada
    • Segera ke IGD rumah sakit jika mengalami nyeri dada hebat yang tidak membaik dengan istirahat selama lebih dari 20 menit
    Berikut informasi yang dapat Anda baca untuk menambah wawasan: Nyeri dada Terimakasih dan semoga membantu, dr. Devika Y

    fb-ishahsha  fb-ishahsha
    Anggota

    Makasih ya doc 😃😃

    fb-ishahsha  dr. Devika Y
    Dokter

    Terimakasih kembali Sha, dr. Devika