Tanya Dokter

  • Sakit pinggang di sebelah kiri

  • Assalamualaikum Dok saya mau nanya, pacar saya pinggang sebelah kirinya sakit, cuman sakit doang yg dirasain, apa bisa disebut kehamilan ektopik? Terima kasih dok Wassalamualaikum

    Dear Muhammad, Nyeri pinggang merupakan keluhan yang umum dirasakan. Biasanya keluhan muncul diakibatkan gangguan pada organ yang terletak di sekitar area tersebut. Di sekitar pinggang kiri terdapat organ-organ mulai dari kulit, otot, tulang, ginjal, lambung, limpa, usus, dsb. Selain itu nyeri yang dirasakan bisa berasal dari sumber di area lain dari tubuh seperti daerah punggung. Berikut kemungkinan penyebab nyeri pinggang kiri:

    • trauma pada pinggang kiri
    • regangan otot
    • posisi tubuh yang salah
    • olahraga yang berlebihan
    • mengangkat beban berat
    • fibromyalgia
    • gastritis
    • trauma limpa
    • kram usus
    • kehamilan termasuk kehamilan ektopik
    • kista ovarium
    • infeksi ginjal
    • batu ginjal
    • herniasi diskus lempeng tulang belakang
    • kompresi (terjepitnya) saraf tulang belakang
    • dsb.
    Sebaiknya konsultasikan keluhan pacar Anda dengan dokter dimana dokter akan menelusuri riwayat keluhan secara lebih rinci dan melakukan pemeriksaan fisik terutama pemeriksaan pinggang. Dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium ataupun USG untuk membantu menegakkan diagnosis. Terapi yang tepat akan diberikan sesuai dengan diagnosis. Kemungkinan kehamilan ektopik juga dapat Anda konsultasikan dengan dokter. Berikut tips yang dapat dilakukan:
    • hindari gerakan yang tiba-tiba pada pinggang
    • hindari olahraga berlebihan
    • jangan mengangkat beban berat dengan posisi membungkuk
    • minum air putih dalam jumlah cukup untuk membantu mempertahankan kesehatan fungsi ginjal.
    • makan makanan yang bergizi seimbang
    • batasi konsumsi makanan pedas dan berminyak
    • istirahat yang cukup
    • kelola stres dengan bijak
    Berikut laman yang dapat Anda baca: Sakit pinggang Kehamilan ektopik Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat. Terima kasih dan salam, dr. Rony Wijaya