Tanya Dokter

  • Penyebab nyeri saat berkemih

  •  Catleen
    Anggota
    siang dok ,, dok mau tanya ni saya sakit ppis pertma nya gara" minum soju d kulkas yg udh 2 bln , trs bsok ny mkn pdess ,,, pas besok nya lagi saya hub dengn pacar syaa pagi" ps siang nya ppis saya sakit itu krna apa ya dok ? udh bnyk mnum air putih air klpa larutan tapi gk kunjung sembuh ,,, apkah ada obat yang bisa mngtasi nya ,,, kalau rebusan daun sirih yang teratur akan teratur gk dok ? mslh nya saya gk mau mkan obat ,,tlong jwabnya dn makasih bnyak sblmnya

    Halo Catleen, terima kasih untuk pertanyaannya.

    Nyeri saat berkemih atau disuria ditandai dengan rasa nyeri sebelum, sesaat, atau sesudah buang air kecil. Disuria umumnya menandakan adanya infeksi saluran kemih dan seringkali disertai gejala lain, seperti rasa ingin selalu buang air kecil dan tidak bisa ditahan, nyeri pada perut bagian bawah, dsb. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan keluhan tersebut, diantaranya:

    • Uretritis, yakni adanya radang dan pada uretra (ujung saluran kemih) 
    • Sistitis, radang pada kandung kemih
    • Pielonefritis, radang dan infeksi pada ginjal
    • Penyakit menular seksual, seperti gonore atau klamidia
    • Batu pada saluran kemih, dan lain-lain

     

    Apabila benar gejala yang Catleen alami disebabkan oleh infeksi saluran kemih, maka diperlukan pengobatan lebih lanjut untuk meredakan gejala tersebut (tidak bisa hanya menggunakan air kelapa atau daun sirih). Oleh karena itu, disarankan agar Catleen memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan mengumpulkan informasi berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (cek darah, cek urin, dan ultrasound jika diperlukan). Dokter kemudian akan memberikan pengobatan yang sesuai. Beberapa tips yang dapat dilakukan:

    • Minum banyak air putih, 6-8 gelas per hari
    • Jangan menahan keinginan untuk buang air kecil
    • Menjaga kebersihan kemaluan, terutama setelah buang air kecil. Untuk wanita sebaiknya memperhatikan saat membasuh, disarankan membasuh dari depan ke belakang bukan sebaliknya
    • Redakan nyeri dengan kompres hangat
    • Tidak menggunakan sabun pencuci wanita
    • Tidak berhubungan seksual untuk sementara (jika gejala masih dirasakan dan belum diobati)

     

    Artikel mengenai penyakit menular seksual dan infeksi saluran kemih dapat dibaca sebagai tambahan.

    Sekian, semoga bermanfaat.

    dr. Sonia L