Tanya Dokter

  • Sakit rahim bagian bawah akibat riwayat tertusuk IUD

  • Salam dokter, sy mau tanya.. Satu tahun yg lalu beberapa menit pascamelahirkan anak pertama (di kalbar), sy langsung pasang IUD. Namun h+2 posisi IUD (mungkin) bergeser/lepas krn melakukan posisi membungkuk utk memakai underwear sendiri. Sejak saat itu rahim jd terasa tertusuk & nyeri hebat. Saat menelepon bidan tempat melahirkan, katanya belum bisa dicopot krn bekas jahitan masih kering dan harus menunggu 1 bulan. Akhirnya sy pun bersabar. Setelah 1 bulan kemudian setelah diperiksa, ternyata IUD sudah terlepas di dalam, akhirnya IUD pun dikeluarkan. Di bulan ke2 sy kembali ke jabar (indramayu) dan selama bbrp bulan bolak balik ke 2 bidan berbeda & 2 dokter kandungan berbeda, karena rahim masih sering sakit di tempat yg tertusuk IUD. Baru di bulan ke5 di salah satu dokter kandungan (pakai usg 3D) mengiyakan ada bekas infeksi di indung telur/saluran indung telur (sy lupa) kemudian diberi antioksidan dosis tinggi. Setelah itu alhamdulillah baikan dan tidak terasa sakit lg. Namun sekarang, sy sudah hamil lg (usia kandungan 6bln) dan rahim kiri bawah tempat tertusuk IUD terasa sakit lagi. Semakin besar usia kandungan terasa semakin sakit. Tp minggu lalu saat usg (skrng di bogor, pakai 2D) dokter kandungan bilang rahim & janinnya baik2 saja. Jadi sekarang sy bingung.. Pertanyaanya, Apakah kemungkinan masih ada luka bekas tusukan yg blm sembuh? Sebaiknya apa mesti periksa ke dokter kandungan dg usg yg lebih canggih (3/4D) utk mengetahui pastinya? Atau apakah mesti periksa ke spesialis dalam saja, bukan ke spesialis kandungan? Terima kasih..
    Rizky Rhimadania Dwi Wahyuni  dr. Budiono
    Dokter

    Hai Rizky,

    Rasa nyeri yang berat memang dapat terjadi akibat terlepasnya IUD (ekspulsi spontan IUD), meskipun demikian tidak semua keluhan nyeri pada rahim disebabkan oleh kondisi tersebut.

    Ekspulsi IUD merupakan kondisi keluarnya sebagian atau seluruh IUD dari rahim ke vagina atau bahkan keluar tubuh. Kondisi ini terjadi pada sebagian kecil wanita yang menggunakan IUD dan umumnya terjadi pada 1 tahun pengunaan. Terlepasnya IUD dapat tidak menimbulkan gejala sama sekali, bila bergejala maka dapat berupa berikut :

    • Nyeri panggul
    • Nyeri saat berhubngan seksual
    • Perdarahan atau flek berlebih melalui kewanitaan
    • Anda atau pasangan Anda merasakan adanya IUD pada kewanitaan Anda
    • Dikarenakan perlukaan ini terjadi sudah cukup lama (kurang lebih 1 tahun yang lalu) maka sangat kecil kemungkinan keluhan yang Anda alami saat ini berhubungan dengan kondisi tersebut karena umumnya perlukaan tersebut telah sembuh dalam jangka waktu tersebut. Perlukaan akibat terlepasnya IUD juga akan sembuh dengan sendirinya bila tidak disertai komplikasi seperti infeksi.

      Dikarenakan pemasangan IUD dilakukan pada uterus (rahim) maka kondisi infeksi yang terjadi pada indung telur (ovarium) ataupun saluran indung telur (tuba) bukanlah disebabkan oleh terlepasnya IUD dan dapat saja disebabkan oleh radang panggul, salphingitis (infeksi tuba) ataupun abses ovarium.

      Meskipun demikian, tetap dibutuhkan pemeriksaan secara langsung untuk memastikan penyebab keluhan Anda. Saya sarankan agar Anda memeriksakan diri kedokter spesialis kandungan agar mendapat penanganan yang optimal. Dokter dapat saja menganjurkan pemeriksaan seperti USG untuk memastikan penyebab keluhan Anda.

      Bila memang terdapat gangguan pada organ reproduksi Anda maka dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi yang mendasarinya. Bila keluhan tersebut disebabkan oleh infeksi maka dokter akan meresepkan antibiotik yang sesuai dengan bakteri penyebab dan aman untuk kondisi kehamilan Anda. Dokter juga dapat meresepkan obat antinyeri untuk membantu mengurangi keluhan yang ditimbulkan.

      Lakukanlah pemeriksaan secara berkala dengan dokter Anda selama kehamilan dan konsultasikan setiap keluhan yang Anda alami agar proses kehamilan dan persalinan Anda dapat berlangsung dengan baik.

      Berikut anjuran untuk Anda :

      • Kelola stres dengan bijak
      • Cukup istirahat
      • Hindari aktifitas fisik berat
      • Lakukan pola hidup sehat
      • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang
      • Konsumsi cukup cairan
      • Segera periksakan diri Anda kedokter bila keluhan menetap atau memburuk
      • Semoga bermanfaat,

        dr. Budiono