Tanya Dokter

  • Pengobatan infeksi saluran kemih

  •  Netnot
    Anggota

    Selamat siang, saya ingin menanyakan keluhan saya. Dari setiap bak suka perih dan urine yg keruh dan berbusa. Saya minum obat primadex sehari 2x 1 tablet Sudah 3hari agak mending. Tetapi tadi pagi mulai sakit lagi dan urine keruh,berbusa lagi. Saya ingin tanya: - Bolehkah dosis saya tambah jadi 2x2 tablet - Obat apa yang harus saya minum dok? Terima kasih sebelumnya

    Dear Netnot, Keluhan yang Anda alami dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih. Infeksi ini disebabkan oleh infeksi bakteri di mana pada wanita lebih sering terjadi. Hal ini disebabkan oleh letak saluran kemih pada wanita lebih dekat dari anus dibanding pria. Selain itu kebiasaan yang salah saat membersihkan organ intim yaitu dari belakang ke depan yang dapat membawa bakteri dari anus ke saluran kemih. Gejala infeksi saluran kemih meliputi:

    • perih saat buang air kecil
    • rasa tidak puas setelah buang air kecil
    • rasa sakit di perut bagian bawah
    • rasa selalu ingin buang air kecil
    • bisa disertai darah dalam urine
    • warna urine keruh
    • bau urine yang menyengat
    • dsb.
    Pengobatan infeksi saluran kemih adalah dengan pemberian antibiotik. Hindari mengobati sendiri keluhan Anda karena berpotensi menimbulkan kekebalan bakteri terhadap antibiotik. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Penelusuran gejala dan pemeriksaan fisik akan dokter lakukan. Pemeriksaan penunjang seperti tes darah, tes urine, USG dapat dokter anjurkan. Terapi yang sesuai akan dokter berikan. Anjuran yang dapat Anda lakukan:
    • minum air putih dalam jumlah cukup minimal 10 gelas setiap hari
    • hindari kebiasaan menahan buang air kecil
    • kelola stres dengan bijak
    • miliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan tidur berkualitas
    • konsumsi makanan sehat secara teratur
    • hindari mengobati sendiri keluhan Anda
    • olahraga ringan secara teratur
    Artikel yang dapat Anda baca: Infeksi saluran kemih Semoga bermanfaat dan salam, dr. Rony Wijaya