Tanya Dokter

  • Penanganan wajah lumpuh separuh

  • Mlm dokter ,, bapak saya lumpuh wajah separuh dan juga ptosis, 1 bulan sudah minum obat dr dokter, kutoin dan antalgin, tp nyeri hebatnya belum juga berkurang, sampai bapak saya kurus, g napsu makan, lemes dan sempoyongan jika kumat nyerinya, apa tindakan dokter selanjutnya saya sangat bingung dokter,,mksh

    Halo, terimakasih atas pertanyaan yang Anda sampaikan

    Pertama-tama kelumpuhan separuh wajah dengan ptosis dan nyeri dapat disebabkan oleh beberapa hal tetapi yang paling sering sebagai [penyebabnya adalah faical nerve palsy / bells palsy, suatu kelumpuhan tepi pada saraf otak nomor 7 yang umummya dicetuskan oleh infeksi virus dan menyebabkan pembengkakan saraf dan entrapment pada jalur keluarnya dari dasar tengkorak.

    Kemungkinan penyebab kali seperti stroke dan gangguan gerak tertentu juga perlu dipikirkan sehingga Anda perlu menanyakan diagnosa pasti yang dialami oleh ayah Anda ke dokter.

    Jika memang suatu bells palsy maka memang penyembuhan akan memakan waktu, kombinasi anti nyeri dan kortikosteroid adalah lini terapi utama. Pemberian antivirus seperti asiklovir dipertimbangkan pada kasus-kasus tertentu. Pemberian obat anti epileptik mungkin juga diberikan pada kondisi tertentu.

     Pengobatan selama 10-14 hari umumnya diperlukan sampai perbaikan tampak, tetapi keluhan dapat bertahan sampai 1-3 bulan. Pada bells palsy yang berat, mungkin bisa terdapat gangguan / gejala sisa yang permanen dan memerlukan rehabilitasi jangka panjang. Anda perlu juga menanyakan pada dokter saraf Anda mengenai kemungkinan prognosis kasus ini.

    Pada beberapa kasus bells palsy yang berat, yang tidak berespon dengan terapi medikal,  dengan degenerasi aksonal lebih dari 90% mungkin dapat dipertimbangkan untuk operasi dekompresi.

    bell palsy

    Akan tetapi langkah paling baik saat ini saya kira adalah berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter saraf / neurolog Anda dan menentukan apa langkah penanganan selanjutny7a yang sekiranya dapat memberikan benefit untuk kondisi tersebut.

    demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

     

    dr. lili