Tanya Dokter

  • Penyebab kelopak mata sering berkedut

  •  Mingkki
    Anggota

    Selamat pagi dok, saya mahasiswa berumur 19 tahun, sudah seminggu kelopak mata bagian kanan saya berkedut2, tidak selalu tapi sangat sering, bisa dibilang sehari mungkin 15 atau lebih, kedutannya tidak terasa sakit dan tidak terlalu mengganggu.

    Tapi terkadang, saat kelopaknya berkedut bagian belakang kepala juga ikut berdenyut dan lumayan menyakitkan seperti sakit kepala biasa, juga baru2 ini penglihatan saya saya semakin rabun tidak menentu, saat saya cek di optik, minus mata saya tidak berkurang ataupun bertambah, tp di suatu saat ketika saya memfokuskan penglihatan terasa sangat rabun.

     

    Juga lama tidur saya semakin lama, biasanya setelah tidur selama 6-7 jam saya akan terbangun sendiri dan langsung segar, tp sekarang saya bahkan bisa tidur 9-10 jam

    Saya tidak terlalu lelah atau sibuk dengan kegiatan di kampus, tetapi saya sangat sering mengantuk dan banyak tidur,

     

    Saya sangat butuh masukan dari dokter terimakasih dok,

    Halo,

     

    Mata berkedut dalam istilah medis disebut blefarospasme, merupakan gerakan berulang kelopak mata bagian atas yang terjadi secara spontan dan tiba-tiba. Gerakan ini terjadi setidaknya beberapa detik sekali dan berlangsung selama kurang lebih 1-2 menit. Hal ini  sebenarnya tidak terasa menyakitkan dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, apabila terjadi dalam waktu lama (berhari-hari atau berbulan-bulan) dapat membuat timbulnya rasa tidak nyaman. Umumnya, mata berkedut dapat dikategorikan menjadi tiga hal:

    • Kedutan minor
      • Biasanya tidak terasa nyeri dan tidak berbahaya.
      • Umumnya muncul karena gaya hidup, seperti kelelahan, kurang istirahat, stres, suka mengonsumsi minuman keras atau berkafein secara berlebihan, atau kebiasaan merokok.
      • Namun, dapat juga disebabkan oleh iritasi pada kornea atau lapisan di dalam kelopak mata.
    • Blefarospasme esensial jinak
      • Dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti mengonsumsi minuman keras dan kafein secara berlebihan, terpapar cahaya terang, kelelahan, kurang tidur, iritasi akibat polusi udara, dan stres.
      • Biasanya dialami oleh orang dewasa muda hingga dewasa tua. Wanita lebih sering mengalami ini dibanding pria.
      • Jika dibiarkan, dapat menyebabkan penglihatan kabur hingga kejang (kedutan) pada wajah.
    • Kejang pada wajah
      • Hal ini sebenarnya sangat jarang terjadi.
      • Gangguan yang disebabkan tekanan arteri pada saraf ini melibatkan bagian lain dari otot wajah, biasanya bagian mulut. Dapat menjadi gejala dari munculnya penyakit lain seperti: Bell's palsy, parkinson, distonia, efek samping obat, dan lainnya.
      • Apabila dicurigai karena gangguan saraf, maka pasien akan dirujuk ke dokter spesialis saraf

    Dalam kasus Anda, kedutan pada mata mungkin saja terjadi karena kelelahan dan kurang tidur. Namun, sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan langsung ke dokter mata. Dokter akan melakukan berbagai hal seperti pemeriksaan mata langsung, wawancara medis terpadu, pemeriksaan riwayat kesehatan, dan tes medis penunjang jika diperlukan. Hal ini untuk mengetahui diagnosis pasti dan cara yang terbaik untuk mengatasi keluhan yang dirasakan.

    Hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata:

    • Batasi menatap layar komputer atau gadget dalam waktu lama. Ketika terasa lelah, pejamkan mata sejenak kemudian lihat jauh ke arah benda berwarna hijau. Lalu apabila sudah mulai terasa segar, baru lanjutkan pekerjaan.
    • Gunakan topi atau kacamata hitam saat berpergian keluar rumah. Hal ini untuk menjaga terhindar dari polusi dan paparan sinar matahari yang terlalu terik.
    • Gunakan obat tetes mata jika mata terasa kering
    • Kompres mata yang kedutan dengan mentimun atau sendok yang sudah didinginkan
    • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung magnesium
    • Batasi merokok
    • Batasi penggunaan makeup di sekitar mata

    Semoga membantu,

    dr. Theresia