Tanya Dokter

  • Ciri-ciri alami depresi

  •  ChanVuji
    Anggota
    Halo dokter. Saya remaja 18 thn, saya sering mengalami rasa cemas, sedih dan marah dalam sekali waktu dan itu berlangsung sudah sejak saya smp kelas 3. Saya kadang juga malas bersosialisasi dengan sekitar dan kadang saya juga sulit percaya dengan orang lain dan juga saya juga kadang memukuli diri saya sendiri ketika saya merasa sedih dan putus asa. Apakah saya seorang yang depresi juga dok? Mohon dijawab.

    Halo, ChanVuji. Depresi merupakan reaksi  ketika sesorang mengalami kegagalan dan kekecewaan dalam hidup. Seringkali, orang menyebutnya sebagai “depresi”, tetapi secara klinis, depresi lebih dari sekedar perasaan sedih saja. Depresi ditandai dengan  gejala  sebagai berikut:

    • Rasa kesedihan yang mendalam
    • Kehilangan nafsu makan
    • Lekas marah
    • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan yang baik dan mengingat
    • Frustrasi atas hal-hal kecil
    • Kehilangan minat dalam kegiatan yang sebelumnya dinikmati
    • Kecemasan dan kegelisahan
    • Kebencian pada diri sendiri dan perasaan tidak berharga
    • Kelelahan atau kekurangan energi
    • Gangguan tidur seperti insomnia atau tidur berlebihan
    • Pikiran untuk bunuh diri atau pikiran tentang kematian sering muncul

    Seringkali, depresi terjadi berkali-kali dalam hidup seseorang. Orang yang mengalami depresi mungkin merasa sengsara tanpa tahu alasannya. Gejalanya biasanya bertahan dalam jangka waktu yang lama dan mengganggu kemampuan seseorang untuk menjalani hidup normal. Dalam beberapa kasus, gejala-gejala depresi menjadi bagian dari masalah kejiwaan yang bahkan lebih kompleks. Ada berbagai jenis gangguan depresi klinis, dengan gejala yang beragam mulai dari yang ringan sampai dengan yang parah. 

    Jenis gangguan depresi umum diantaranya adalah:

    •  Gangguan Depresi Mayor (Major Depressive Disorder). Pasien dengan MDD merasakan putus asa yang terus menerus sehingga mereka tidak dapat berfungsi normal dan menikmati hidup mereka sehari-hari.
    • Depresi Katatonik. Ini merupakan suatu kondisi di mana seseorang menjadi tidak responsif terhadap setiap interaksi sosial dan mungkin tidak tergerak sama sekali.
    • Gangguan Afektif Musiman (Seasonal Affective Disorder). Hal ini biasanya mempengaruhi orang setiap tahun pada waktu yang sama (pola musiman), biasanya selama musim gugur atau musim dingin ketika paparan sinar matahari kurang.
    •  Dysthymia (Depresi kronis). Ini adalah jenis yang lebih ringan dari depresi akut/klinis di mana gejala dapat muncul untuk jangka waktu yang lama. Pasien dengan kondisi ini masih bisa berfungsi secara normal, tetapi terlihat terus-menerus tidak bahagia.
    • Gangguan Bipolar (Depresi Akut). Orang dengan gangguan bipolar menunjukkan perubahan suasana hati yang parah - mereka dapat menjadi terlalu tertekan sekali kemudian terlalu bahagia di saat lain. Penderitanya mengalami periode depresi serta periode mania, dengan suasana hati yang normal di antara kedua periode tersebut.
    • Depresi psikotik. Penderita depresi cenderung kehilangan kontak dengan kenyataan dan menjadi psikotik. Bentuk serius dari depresi ini adalah halusinasi, paranoia dan delusi ide.
    •  Depresi sebelum dan pasca-melahirkan. Juga dikenal sebagai “baby blues”, dimana kondisi terkait dengan stres yang terjadi pada wanita setelah melahirkan atau selama kehamilan.

    Depresi menimbulkan risiko dan dapat menyebabkan masalah mental, fisik dan kesehatan atau bahkan situasi yang dapat membahayakan jiwa. Saran saya, jika Anda  menunjukkan gejala depresi, hal terbaik yang perlu Anda lakukan adalah menemui dokter, yang nantinya dapat membantu Anda untuk mengurangi masalah Anda, bahkan bila diperlukan nantinya akan dikonsultasikan dan dirujuk kepada seorang psikolog atau psikiaters (dokter spesialis jiwa)  untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang lebih menyeluruh. 

    Hal yang bisa Anda lakukan sekarang antara lain

    • Selalu berfikiran positif. Fokuskan fikiran Anda kepada hal hal yang menyenangkan yang sudah Anda lewati bersama Ibu Anda.
    •  Berkumpul dengan keluarga. Berkumpul dengan keluarga dapat membantu Anda merasa nyaman.
    • Lakukan kegiatan  yang positif.
    •  Jangan sungkan untuk menceritakan perasaan Anda, baik jepada keluarga ataupun teman. 
    • Jaga kesehatan Anda dengan makanan bergizi, olharaga dan istirahat yang cukup. 

    Semoga Bermanfaat

    dr. Eni Yulvia S