Tanya Dokter

  • seks tanpa penetrasi dan kemungkinan tertular hiv

  •  darren
    Anggota

    Dok, sy mau tanya, sy sempat sekali berhubungan seks dgn psk tanpa kondom, selang 2 hari kemudian sy melakukan hubungan dgn pasangan sy tapi tanpa penetrasi, hanya dgn menggesek2kan penis ke clitoris pasangan sy (pasangan sy msh virgin).

    Lalu sktr 3 hari kemudian sy terkena kencing nanah, dan saya ke dokter dan diberi 2 macam antibiotik, zithromax azithromycin 500 mg, 2 tablet utk sekali minum dan doxycyline 100 mg untuk 2x7 hari, setelah itu gejala kencing nanah sudah tidak ada lagi (menurut dokter apakah saya perlu melakukan tes kultur urine untuk memastikan sudah sembuh, wkt sy menulis ini sudah 2 minggu lebih 2 hari sejak antibiotik habis diminum).

    Di hari yg sama saat saya periksa ke dokter, sy melakukan tes VCT utk HIV dan IMS, hasil keduanya non reaktif.

    Yg saya ketahui adlh bhw HIV memiliki masa jendela minimal 3 bulan utk terdeteksi, sampai saat ini (sudah hampir 1 bulan) saya tidak mengalami gejala awal hiv spt flu / demam / sakit tenggorokan / ruam / diare / nyeri otot / sendi.

    Namun, pasangan saya sejak beberapa hari lalu mengalami sakit tenggorokan, bersin2, hidung mampet, batuk kering, cepat lemas, dan terakhir panas dalam, ada kulit yg berbintik2 juga di sekitar kaki, terasa keras dan bersisik, tp hanya terasa gatal kalau cuaca panas.

    Apakah yg dialami pasangan sy bisa dikategorikan gejala awal hiv? apakah mungkin hiv bisa menular hanya melalui gesekan penis ke klitoris? (dari pria ke wanita), mengingat kondisi sy belum dapat dipastikan 100% tidak terjangkit hiv krn masa jendela tsb. hubungan yg saya lakukan dgn pasangan sy hanya satu kali itu saja seperti kronologis yg sy jelaskan di awal.

    Bagaimana dengan kencing nanah (menurut artikel2 yg sy baca adalah gonore), apakah dapat menular ke pasangan saya juga dgn gesekan2 penis ke klitoris? saat itu belum keluar nanah, hanya terasa mulai tidak nyaman.

    Saya mohon jawaban dan penjelasannya dok, terima kasih..

    Halo Darren, Terimakasih telah bertanya pada Komunitas Alodokter, Mengenai infeksi HIV, memang pada awal infeksi kondisi ini, mungkin saja menimbulkan keluhan-keluhan ringan, sama seperti infeksi virus lainnya, yang seringkali dianggap sebagai flu-like syndrome, meskipun kondisi ini umumnya cukup ringan, sehingga seringkali tidak disadari, dan secara umum penderita HIV umumnya baru mengalami gangguan/gejala yang mengganggu akibat dari infeksi penyakit lain yang diuntungkan oleh kondisi daya tahan tubuh penderita HIV yang rendah, adalah setelah 5-10 tahun sejak terinfeksi, jadi memang umumnya penderita HIV di awal infeksinya, relatif sehat-sehat saja, tanpa gangguan yang cukup berarti. Mengenai penularan HIV sendiri sebenarnya terlepas dari bagaimana cara aktivitas seksual yang dilakukan, yang penting adalah bila terdapat jumlah virus yang cukup untuk menulari dan juga adanya port d'entree atau jalur masuknya virus penyebab infeksi, dalam hal ini pada HIV misalkan ada luka atau lecet kecil yang terbuka dan terpapar oleh cairan tubuh seperti darah dan sperma yang mengandung virus HIV, maka sebenarnya mungkin saja bisa terjadi penularan, sekalipun hanya dengan sekedar menggesekan saja, meskipun kecil, tapi kemungkinannya tetap ada, hal ini berlaku juga untuk infeksi gonore, jika terpapar kuman dari kelamin yang memiliki perkembangan kuman gonore, maka bisa saja orang tersebut akan terjangkit gonore pula. Saat ini yang dapat Anda lakukan adalah:

    • Menyarankan agar pasangan Anda turut diperiksa, guna mendapatkan keterangan yang lebih jelas terhadap kondisi yang dialaminya
    • Hindari hubungan seks berisiko
    • Gunakan pengaman
    • Hindari melakukan hubungan seks baik secara petting,oral apalagi penetratif sebelum benar-benar dinyatakan sembuh betul oleh dokter
    • Ulangi tes HIV untuk konfirmasi setelah melalui 3 bulan sejak berperilaku berisiko terakhir
      Demikian informasi yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat.   Berikut informasi yang bisa Anda baca: Gonore How Do You Get HIV/AIDS? Penyakit Menular Seksual   Salam, dr. Allert