Tanya Dokter

  • Sel darah merah tidak terbentuk sempurna

  • Dok saya ingin bertanya, apakah pembentukan sel darah merah yang tidak sempurna dapat menyebabkan masalah tentang kesehatan yang beresiko lebih jauh. Saya memiliki kawan yang mendapat diagnosa bahwa pembentukan sel darah merahnya tidak terbentuk sempurna menjadi darah merah, apakah ada solusi untuk masalah seperti ini dok terimakasih

    Halo Juli, terima kasih untuk pertanyaannya.

    Sebagai informasi, eritrosit atau sel darah merah tersusun dari hemoglobin (protein) yang memiliki fungsi menghantarkan oksigen ke sel-sel tubuh lain untuk pembakaran nutrisi menjadi energi. Terdapat banyak kondisi dimana hemoglobin atau sel darah merah ini tidak terbentuk dengan sempurna, diantaranya yakni:

    • Thalassemia, yakni penyakit dimana hemoglobin yang ada tidak berfungsi secara normal. Penyakit ini merupakan penyakit herediter (bersifat diturunkan)
    • Anemia sel sabit, yakni kondisi dimana bentuk sel darah merah tidak normal (dari yang semestinya bulat dan fleksibel menjadi berbentuk sabit dan keras)
    • Methemoglobinemia, dimana methemoglobin diproduksi berlebih di dalam darah sehingga menyebabkan kemampuan sel darah merah mengikat oksigen menurun
    • Spherocytosis, yakni kondisi dimana protein membran sel darah merah memiliki kecacatan sehingga bentuknya berbeda dari yang normal
    • Kelainan sel darah merah lainnya, seperti defisiensi G6PD, elliptocytosis (kondisi eritrosit berbentuk elips), dan lain-lain

     

    Kondisi di atas umumnya menyebabkan anemia (kurangnya jumlah sel darah merah) karena sel darah merah yang ada tidak berfungsi secara normal sehingga penghantaran oksigen ke seluruh tubuh juga akan terganggu. Anemia apabila tidak diatasi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kondisi lain seperti peningkatan denyut jantung hingga gagal jantung sebagai kompensasi dari kondisi kurang darah tersebut.

    Sebagian besar kondisi tersebut bersifat herediter (diturunkan) sehingga penanganannya hanya bersifat suportif (seperti transfusi sel darah merah, dsb) untuk mengatasi kondisi anemia yang terjadi. Penanganan tersebut tentu bergantung pada masing-masing kelainan sel darah merah dan kondisi penderita itu sendiri. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter secara berkala tetap dibutuhkan untuk evaluasi terapi lebih lanjut.

    Artikel mengenai kelainan darah dapat dibaca sebagai tambahan.

    Sekian, semoga membantu.

    dr. Sonia L