Tanya Dokter

  • Ruam kemerahan pada bayi

  •  silvi87
    Anggota

     

    Saya mempunyai bayi perempuan usia 1 bulan 1 minggu. Minum ASI & bantuan sufor sedikit. Pertanyaan sy :

     

    1. Belakangan muncul sedikit ruam / iritasi pada pipinya (spt jerawat kecil). Begitu sy olesi krim Mastela Barrier Cream, sebelum 2 hari sudah hampir hilang, tapi muncul lagi 1 buah di area wajah lainnya. Apa penyebabnya? 
    2. Setelah digundul sy baru tahu di kepala bayi sy ada sedikit kemerahan seperti biang keringat / iritasi. Bagaimana perawatan kepala bayi setelah digundul? Perlukah menggunakan sampo & hair lotion tiap hari? Bgmn dgn membubuhkan BEDAK utk menghindari biang keringat & iritasi?
    3. Apakah ada dampak buruknya membiarkan bayi menangis bbrp menit (tidak lebih dari 15 menit)? Kdg ketika sibuk, saya sengaja membiarkan bayi sy menangis sebentar, sekaligus melatih dia agar tidak selalu memanfaatkan tangisan utk mencari perhatian. Krn dia selalu menangis tiap kali minta susu, BAK, BAB, dan intervalnya hampir kurang dari 1 jam sekali kalau pakai popok kain biasa. Dan kalo tidak segera dituruti menangisnya cukup histeris.
    4. Berapa lama sekali pampers perlu diganti? kalau tidur malam bayi saya saking pulasnya kdg jarang pipis shg sampai 4-6 jam pampersnya masih cukup bersih, paling cuma kena pipis 1x. Apa perlu diganti??

    Hai silvi87,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Ruam kemerahan di pipi bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya sebagai berikut:

    • Dermatitis kontak, misalnya akibat bersentuhan dengan minyak, bedak, bahan pakaian tertentu
    • Infeksi, misalnya karena jamur, bakteri, atau virus (biang keringat, panu, kudis)
    • Dermatitis atopik, misalnya karena terpapar dingin, konsumsi susu formula
    • Trauma, misalnya akibat garukan, gesekan, dan sebagainya

    Sebaiknya, hindari mengoleskan krim atau salep apapun pada ruam di kulit bayi sebelum berkonsultasi terlebih dulu ke dokter. Alih-alih menyembuhkan, penggunaan krim atau salep yang tidak tepat justru berpotensi membuat keluhan bertambah parah atau bahkan berulang sebagaimana yang anak Anda alami saat ini. Anda bisa mengatasi ruam tersebut dengan tips berikut untuk sementara waktu:

    • Mandikan bayi dengan teratur setiap 2x sehari menggunakan sabun khusus bayi
    • Bersihkan mulut dan pipi bayi dengan handuk yang dibasahi air bersih setiap usai menyusui
    • Hindari pemberian bedak, minyak, atau zat kimia apapun ke ruam di pipi bayi

    Jika tidak membaik dalam 3 hari, Anda bisa memeriksakan anak Anda ke dokter guna memperoleh penanganan lebih lanjut.

    Ruam kemerahan di kulit kepala memang bisa terjadi karena biang keringat. Kondisi ini muncul akibat tersumbatnya aliran keluar dari kelenjar keringat dan memicu peradangan (inflamasi). Di samping itu, ruam ini bisa juga muncul karena tinea capitis (jamur kepala), folikulitis (infeksi akar rambut), skabies (kudis), dermatitis kontak, dan sebagainya. Setelah digundul, ruam yang sebelumnya tertutup oleh rambut bisa lebih jelas terlihat. Untuk itu, Anda bisa mencuci rambut bayi secara teratur setiap 1 hingga 2 hari sekali. Gunakan shampo khusus bayi yang bersifat hipoalergenik dan non-iritatif. Tidak perlu menggunakan bedak pada area kepala, wajah, dan leher. Karena, pada beberapa anak yang sensitif, bedak yang terhirup ke saluran pernapasan bisa memicu batuk, sesak, muntah, dan berbagai keluhan lainnya.

    Bayi menangis ada banyak kemungkinan sebabnya, bisa karena lapar, popoknya basah, kondisi lingkungan tidak nyaman, merasa tidak enak pada tubuhnya, mengantuk, dan sebagainya. Seiring dengan bertambahnya usia anak Anda, maka Anda sebagai ibu tentu akan semakin memahami arti dari setiap tangisan bayi. Jika Anda sudah memastikan bayi Anda kenyang, popoknya kering, tidak mengantuk, dan tidak ada penyakit tertentu yang bayi alami, maka tidak masalah membiarkan bayi menangis untuk beberapa saat dan tidak langsung menggendongnya. Hal ini bisa berguna juga untuk mengoptimalisasi fungsi pernapasannya. Namun, sebaiknya, jangan juga membiarkan bayi menangis terlalu lama, karena bisa membuatnya lelah, batuk, muntah, dan justru semakin menangis menggebu-gebu. Saat bayi menangis ketika Anda sedang sibuk, Anda bisa menenangkannya dengan menyanyikan senandung kesukaan bayi sambil mengajaknya berbicara. Hal ini bisa juga meningkatkan kedekatan emosional antara Anda dengan bayi Anda. Jadi, tidak harus langsung digendong. Secara perlahan, bayi pun akan beradaptasi dan mengerti cara menyampaikan keinginan dengan baik tanpa menangis.

    Penggunaan popok sekali pakai sebaiknya diganti setidaknya setiap 4 hingga 6 jam sekali, terlepas dari apakah pampersnya sudah penuh atau belum. Hal ini bertujuan agar menjaga organ intim bayi senantiasa kering dan terhindar dari risiko infeksi dan iritasi. Namun, jika memungkinkan, sebaiknya Anda lebih memprioritaskan penggunaan popok kain yang memiliki potensi iritasi lebih kecil ke kulit bayi.

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah