Tanya Dokter

  • Penyebaran kista ovarium

  •  Reyga Dzaky
    Anggota
    Selamat siang dok... Sy mau tanya kemarin sy usg dan asilnya ada kista di ovarium kanan dan kiri, tp dokter menyarankan pemeriksaan ca125, apa kista saya ini berpotensi kanker karena dr sampai menyarankan cek ca 125 dok? Atas dasar apa dokter bs menyarankan sampai tes ca 125 dok?

    Dear Reyga Zaky,

    Setiap orang memiliki dua indung telur (ovarium) yang terletak pada kedua sisi rahim. Organ ini berfungsi untuk menghasilkan sel telur tiap bulan (mulai dari masa pubertas hingga menopause) serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron.

    Sebenarnya sebagian besar wanita yang mengalami pertumbuhan kista hanyalah kista  fungsional, artinya merupakan bagian dari respon saat menstruasi. Terdapat dua jenis kista fungsional, yaitu  kista korpus luteum dan kista folikel, dan biasanya sih akan hilang sendiri.

    Sedangkan kista yang patologis disebabkan oleh pertumbuhan sel yang abnormal.  Kista patologis bisa bersifat jinak, namun bisa juga merupakan keganasan (kanker). Sekitar 90% dari kanker ovarium yang ganas dapat mengakibatkan peningkatan antigen kanker 125 (CA-125).

    CA-125 sendiri sebenarnya tidak hanya meningkat pada kondisi kanker ginekologis saja (misalnya pada ovarium, endometrium dan tuba fallopi) namun juga kanker pada organ lain (pankreas, usus, paru dst.)

    The American College of Obstetricians and Gynecologists and Society of Gynecologic Oncologists memang merekomendasikan pemeriksaan marker tumor ini untuk wanita dengan tumor ovarium yang dicurigai mengarah ke keganasan, dengan batas peningkatan CA-125 pada serum >35U/mL untuk yang sudah menopause dan >200U/mL untuk yang belum menopause.

    Penegakan diagnosis memang harus didasari oleh pemeriksaan yang komprehensif, dari mulai anamnesis (tanya jawab medis), pemeriksaan bimanual panggul, USG dan tentunya laboratorium. Sedangkan diagnosis defintif (pasti) hanya dapat ditegakkan dengan pemeriksaan sel-sel pada jaringan secara mikroskopis setelah dilakukan pengangkatan jaringan melalui operasi ataupun biopsi.

    Dengan mengetahui arah diagnosis, strategi penanganan tentunya akan lebih tepat.

     

    Sekian, semoga bermanfaat

     

    Dr. Siti Rahmayanti