Tanya Dokter

  • Mual setelah serangan jantung

  • sore dok, dok saya ingin bertanya, orangtua saya mengalami nyeri dada langsung kebelakang ketika sedang ingin tidur jam 2 malam, terus jam 5 langsung ke rumah sakit setelah belum lama di rumah sakit orangtua saya mengalami serangan jantung, setelah mengalami masa serangan jantung dan ditolong oleh doktor rumah sakit orang tua saya di rawat di ruang ICU selama 5 hari, sekarang sudah pindah ke ruangan rawat inap, tetapi orang tua saya sering merasakan pening dan mual dok, apakah itu berdambak buruk untuk orang tua saya kedepannya dok? tolong mintak infonya dok, terima kasih dok.

    Haii Ita,

    Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh guna memenuhi kebutuhan nutrisi setiap jaringan/organ tubuh. Untuk menjalankan fungsinya,  jantung juga memerlukan suplai darah dan ini diperoleh dari pembuluh darah yang dikenal sebagai pembuluh darah koroner.

    Serangan jantung adalah sebuah kondisi ketika jantung pasokan darah ke jantung berkurang atau terhambat. Adapun faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian serangan jantung antara lain tekanan darah tinggi, penyakit lemak darah (dislipidemia), kencing manis, kegemukan, kebiasaan merokok, dan usia paruh baya/tua. Penyebab tersering munculnya serangan jantung ialah sumbatan pembuluh darah koroner oleh plak lemak dalam pembuluh itu sendiri. Akibatnya fungsi jantungpun terganggu dan muncullah berbagai gejala klinis seperti nyeri dada terasa berat/terhimpit yang menjalar ke bahu-lengan kiri, sesak, berkeringat dingin, mual/muntah, dan lain sebagainya. 

    Serangan jantung tergolong sebagai kondisi kegawatandaruratan sehingga memerlukan penanganan sesegera mungkin dan monitoring yang intensif. Hal ini sesuai dengan apa yang dilakukan terhadap ayah Anda. Mual itu sendiri merupakan gejala yang dapat mencerminkan banyak penyakit, dan mual yang dialami ayah Anda nampaknya bagian dari gejala serangan jantungnya. Ketika dokter telah memutuskan ayah Anda dipindahkan ke ruangan rawat inap setelah sempat di ICU, maka kemungkinan besar kondisinya sudah lebih stabil dibandingkan sebelumnya dan gejala-gejala yang masih tersisa dianggap dapat dikontrol baik meskipun barangkali tidak dipantau secara ketat dan intensif seperti di ICU. Akan lebih baik Anda mendiskusikan hal ini bersama dokter yang langsung merawat ayah Anda karena beliaulah yang mengetahui secara mendetail tentang kondisi ayah Anda. Utarakan pada dokter bila terdapat keluhan/gejala baru yang sebelumnya tidak terjadi pada ayah Anda sehingga dokter dapat mempertimbangkan perlu tidaknya obat tambahan. Bilamana selama perawatan di ruang rawat, ayah Anda mengalami muntah hebat terus-menerus dan kondisinya kembali memburuk, segera informasikan hal tersebut pada dokter/perawat di sana untuk dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut.

    Semoga bermanfaat, dr. Yoni Cahyati