Tanya Dokter

  • sering mimisan dan nyeri tulang pada penderita kanker darah

  •  cuang
    Anggota

    Dok saya punya saudara yg terkena kanker darah kalo malam sering mimisan dan nyeri tulang, cara mengatasinya gimana dok dan apakah kanker darah bisa sembuh? Mksh

    Dear Cuang, Leukemia atau kanker darah adalah kanker jaringan pembentuk darah, termasuk sumsum tulang dan sistem limfatik. Leukemia biasanya melibatkan sel darah putih dimana sumsum tulang memproduksi sel darah putih yang abnormal, yang tidak berfungsi dengan baik. Berikut merupakan gejala-gejala dari leukemia:

    • demam atau menggigil
    • kelelahan dan kelemahan yang persisten
    • infeksi yang sering dan berat
    • penurunan berat badan
    • kelenjar getah bening yang membengkak, hati atau limpa yang membesar
    • mudah berdarah atau memar
    • mimisan yang berulang
    • bintik merah pada kulit (petechiae)
    • berkeringat berlebihan, khususnya malam hari
    • nyeri tulang
    Dari daftar gejala di atas ditemukan bahwa mimisan dan nyeri tulang merupakan bagian dari gejala-gejala kanker darah. Terapi leukemia bergantung pada banyak faktor. Dokter akan menentukan pilihan terapi Anda berdasarkan usia dan kesehatan umum, tipe leukemia, dan apakah sudah menyebar atau belum ke bagian tubuh lain. Terapi umum untuk leukemia sbb:
    • kemoterapi. Obat kimia untuk membunuh sel leukemia. Bisa berupa obat tunggal atau kombinasi, bisa berupa pil atau obat injeksi.
    • terapi biologis untuk membantu sistem imun mengenali dan menyerang sel leukemia.
    • terapi tertarget. Menggunakan obat yang menyerang sel kanker secara spesifik.
    • terapi radiasi untuk merusak sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya.
    • transplantasi sel stem, untuk mengganti sumsum tulang yang sakit dengan sumsum tulang yang sehat.
    Untuk terapi yang tepat silahkan konsultasikan kembali dengan dokter kanker Anda (Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik - KHOM). Semoga bermanfaat. Artikel yang dapat Anda baca tentang kanker darah. Salam, dr. Rony Wijaya