Tanya Dokter

  • Penyebab sesak nafas

  •  Amputra
    Anggota
    Selamat malam dok. Saya ingin bertanya kenapa setahun belakangan ini dada saya merasa sesak , padahal tidak ada riwayat penyakit asma. Hanya saja tahun lalu saya pernah terkena gejala asam lambung. Tolong pencerahannya kenapa sampai sekarang dada saya belum,normal seperti biasa untuk bernafas. Padahal sering saya melakukan olahraga seperti maim bola dan lari.

    Halo Amputra......

    Terimakasih atas pertanyaan Anda.

    Dada yang terasa sesak memang dapat menyulitkan kita untuk menghirup atau menghembuskan udara dari paru-paru, sehingga lebih sulit untuk bernafas. Sesak nafas sendiri dapat disebabkan oleh berbagai macam hal salah satunya adalah penyakit asam lambung atau yang dalam masa medis disebut sebagai GERD ( Gastroesophageal Reflux disease ).

    Ketika makanan tidak dicerna dengan baik, maka sisa makanan dapat kembali ke atas kerongkongan yang akhirnya menyebabkan dada terasa sesak terbakar dan timbulnya rasa asam ataupun pahit yang tajam dimulut. Penyakit asam lambung dipicu oleh karena pola makan yang buruk, stres, mengonsumsi makanan pedas atau kopi juga makanan berlemak, atau kebiasaan merokok dan meminum minuman keras.

    Akan tetapi selain oleh karena hal yang telah disebutkan di atas, sesak nafas juga dapat disebabkan oleh : serangan panik atau kecemasan, Angina === otot jantung tidak menerima cukup asupan darah yang kaya oksigen, tuberkulosis atau TBC, penyakit paru obstruktif kronis, bronkiektasis,  pneumonia === peradangan pada paru-paru, kanker paru, anemia, dan lain sebagainya.

    Oleh karena hal ini sudah Anda rasakan selama kurang lebih satu tahun, maka kami menyarankan segeralah menemui dokter spesialis penyakit dalam terlebih dahulu, dan mendiskusikan masalah ini, agar Anda dapat dilakukan serangkaian pemeriksaan lebih lanjut.

    Beberapa pemeriksaan yang kemungkinan akan dilakukan oleh dokter terkait masalah yang Anda alami, diantaranya meliputi : pemeriksaan fisik, tes darah, rontgen dada, spirometri, endoskopi, dll., sehingga akhirnya penanganan yang tepat dapat diberikan sesuai dengan penyebab pasti yang nantinya diketahui.

    Salam,

    @dr.jati