Tanya Dokter

  • cemas, sulit bernapas, dan jantung seperti teremas

  •  Roki
    Anggota

    Dok saya mau tanya, saya umur 27 tahun dgn berat badan 70 kg. bukan perokok, dan tidak pernah menkonsumsi minuman keras. Sebelumnya saya sering merasakan perasaan mendadak cemas, dan seperti sulit bernafas, nah lantas ada sebuah kejadian saat dapur rumah kami terbakar, saat itu saya sedang tidur lantas terbangun dan lari ke dapur setelah mendengar panggilan kakak saya.. nah saat itu dada saya seperti mw copot, dan jantung seperti diremas. ini pertama kalinya kaget dengan keadaan demikian. gejala ini berlangsung sekitar 5-10 detik namun bisa saya kendali kan dengan membatuk2an diri. Nah pertanyaan saya, apa kah itu ada kaitannya dengan gejala jantung dok? kadang saat bangun tidur saya jg seperti kehabisan nafas.

    Hai Serangan jantung sangat jarang terjadi pada usia kurang dari 30 tahun, kecuali memang adanya kelainan jantung bawaan lahir,  infeksi katup jantung dan lainnya. Gejala yang Anda alami kemungkinan disebabkan oleh serangan panik, dimana gejalanya antara lain:

    • Nyeri dada
    • Berdebar-debar
    • Keringat dingin
    • Lemas
    • Pusing
    • Sakit kepala
    • Tangan gemetar
    • Mencret
    • Sesak napas.
    Memang terkadang nyeri dada pada serangan panik dapat menyerupai gejala serangan jantung. Gejala dari nyeri dada akibat serangan jantung mempunyai ciri-ciri, nyeri pada dada seperti ditekan, diremas pada tengah dada yang dapat menjalar pada lengan kiri, bahu, punggung atau rahang. Dapat disertai gejala seperti lemas, sesak napas, mual dan keringat dingin. Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan fisik oleh dokter serta pemeriksaan penunjang seperti EKG (rekam jantung). Informasi terkait dapat Anda baca pada artikel berikut ini: Penyebab nyeri dada Bagaimana gejala serangan jantung? Semoga membatu ya. Terima kasih. dr.Yan william

    Roki  Roki
    Anggota

    Terima kasih dok sebelumnya, 4 bulan sebelumnya saya pernah tes EKG tapi kata dokter jantung saya normal. Apakah serangan panik ini memiliki resiko serius? apa saja komplikasinya.  adakah obat yang dapat mengurangi dampak serangan ini?