Tanya Dokter

  • sindrom nefrotik yang kambuh pada anak

  •  Kevin
    Anggota

    Anak saya menderita sindrom nefrotik. Sempat sembuh tapi sekarang kambuh lagi. Tolong beri saya petunjuk untuk kesembuhan anak saya.

    Kevin  dr. Lina Saleh
    Dokter

    Selamat Pagi, Sindrom nefrotik adalah suatu  kumpulan gejala berupa bengkak seluruh tubuh hingga wajah, ditemukannya protein di urin dan adanya penurunan jumlah albumin di darah, yang terjadi akibat kebocoran pada sistem penyaringan di ginjal, sehingga partikel berukuran bersar seperti protein ikut dikeluarkan ke urin. Sindrom nefrotik dapat terjadi pada usia berapa saja, namun sering kali muncul pada anak-anak usia 2 sampai 5 tahun. Penyebab pasti nya belum diketahui secara pasti, namun diduga berkaitan dengan ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh yang kemudian mempengaruhi sistem penyaringan ginjal. Kondisi ini tidak dapat diduga atau dicegah karena dapat terjadi pada siapa saja. Umumnya gejala dan tanda berupa :

    • Bengkak seluruh tubuh, termasuk kelopak mata dan wajah
    • Terdapat protein di urin (proteiunuria)
    • Hipoalbuminemia (kadar albumin darah dibawah normal)
    • Hiperlipidemia (kadar lipid darah meningkat)
    • Gejala dan tanda lain seperti :
      • Hematuria ( darah pada urin)
      • Sesak napas
      • Riwayat infeksi saluran napas atas ( batuk-pilek) yang kemudian mencetuskan timbulnya serangan sindrom nefrotik
    Pengobatan yang dilakukan biasa nya berupa pemberian obat-obat untnuk mengurangi gejala seperti bengkak, hiperlipidemia dan gejala lain yang dirasakan.. Selain itu diberikan pengobatan dengan kortikosteroid. Pengobatan dengan kortikosteroid memerlukan waktu hingga beberapa bulan, meskipun sudah terlihat sembuh tanpa gejala, namun terapi harus diteruskan dan diturunkan dosis perlahan-lahan hingga akhirnya dihentikan. Selama proses pengobatan diperlukan kontrol rutin, seperti pemeriksaan urin rutin, untuk melihat adakah protein di urin. Bahkan jika sudah pada fase pemberhentian kortikosteroid dan sudah tidak ditemuak protein di urin, kemungkinan akan relaps (kambuh) tetap ada. Pada kondisi tersebut maka diperlukan terapi kortikosteroid ulang. Terdapat beberapa respon terhadap pengobatan kortikosteroid, yaitu :
    • Sensitif Kortikosteroid.
      • Sangat sensitif, pada pengobatan 4 minggu sudah terlihat kesembuhan.
      • Kambuh jarang, kambuh terjadi 1x dalam 6 bulan atau 1-3 kali dalam satu tahun.
      • Kambuh Sering, kambuh terjadi 2 kali dalam 6 bulan, atau lebih dari 4 kali dalam satu tahun.
    • Resisten (kebal) kortikosteroid, bahkan setelah pengobatan dengan kortikosteroid dosis tinggi selama 6 minggu tidak juga ada perubahan pada hasil urin.
    Kejadian kambuh memang wajar terjadi pada kondisi sindrom nefrotik, namun semakin bertambah usia frekuensi kambuh akan semakin berkurang, dan bahkan menghilang setelah melewati usia remaja. Pengobatan terus dilakukan sesuai kondisi, jika kembali kambuh maka kembali diobati dengan dosis awal kemudian diturunknan perlahan hingga stop. Namun pada kondisi sering atau berulang kalikambuh, mungkin dibutuhkan konsumsi obat rutin untuk menjaga agar tidak kambuh. Sebaiknya anda periksakan kembali kondisi anak ke dokter spesialis anak agar mendapat terapi sesuai dan dapat dikontrol perbaikannya. Tanyakan dengan jelas kepada dokter yang merawat mengenai kondisi anak anda, dan bagaimana proses pengobatannya. Jalani proses pengobatan sesuai intruksi dokter, dan jangan memberhentikan obat hanya karena melihat kondisi anak terlihat baik, karena prinsip pengobatannya memang harus diturunkan secara bertahap. Anda dapat membaca lebih lengkap Mengenai SINDROM NEFROTIK. Sekian informasi dari saya semoga dapat membantu.

    anak saya menderita sindrom nefrotik ketika usianya 2thn. telah mengikuti terapi pengobatan selama 8bulan. setelah berhenti minum obat, anak saya tidak kambuh selama 6bulan. namun 1 bulan terakhir sampai sekarang, protein di urine anak saya positif. sampai sekarang udah positif 3 (150ml) protein yg keluar. keadaan anak saya sehat tidak ada pembengkakan di tubuhnya, kencing normal. apa itu udah masuk rilaps bukan dok ? dan apa yg harus sy lakukan? makanan apa yg harus di hindari agar tidak memicu kambuh ? terima kasih.