Tanya Dokter

  • Penyebab dan penanganan sindrom nefrotik

  • Pada bulan Mei 2014 suami saya pernah divonis sakit sindrom nefrotik dengan gejala kaki bengkak dan kadar albumin -4. Setelah pengobatan selama +/- 6 bulan bengkak di kaki menghilang dan kadar albumin menjadi normal. Yang ingin saya tanyakan : @apakah penyebab dari sindrom nefrotik ini dan bagaimna pencegahannya?? @apakah penderita sindrom nefrotik bisa sembuh total dan tidak kambuh lagi?? @apakah makanan pantangan untuk penderita sindrom nefrotik??

    Lenni Sept Allen  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Lenni, Sindroma nefrotik adalah suatu kelainan ginjal yang ditandai adanya protein dalam urin, kadar albumin dalam darah yang rendah (karena terbuang lewat urin), dan edema/pembengkakan tubuh. perlu diketahu bahwa kondisi ini bukanlah penyakit yang sebenarnya, tetapi hanya merupakan akibat dari kerusakan ginjal sehingga fungsi penyaringannya tidak berfungsi dengan baik (protein lolos ke urin). Kelainan ini dapat disebabkan (penyakit yang mendasarinya) :

    1. primer / kelainan langsung pada ginjal (kebanyakan berupa peradangan ginjal)
      1. nefropati perubahan minimal
      2. glomerulosklerosis fokal
      3. nefropati membran
      4. nefropati herediter
    2. sekunder / karena kelainan pada organ lain
      1. diabetes
      2. lupus
      3. amiloidosis
      4. infeksi viral (hepatitis B, hepatitis C, HIV, dsb) dan bakterial (streptokokus, sifilis)
      5. Preeklamsia
    sayanngnya, sebagian besar penyebabnya tidak diketahui (idiopatik) hanya sekitar 20% yang penyebabnya jelas berhubungan dengan kondisi diatas. Akibatnya, tidak ada cara pencegahan khusus terhadap penyakit ini. Kita hanya dapat mewaspadainya, yakni timbulnya bengkak, terutama, bengkak muncul pertama kali diarea sekitar mata. Penyakit ini sulit sembuh sempurna. Karena umumnya dapat terjadi relaps (kambuh). Saat kambuh biasanya diberikan obat-obatan seperti kortikosteroid (prednison), imunomodulator seperti siklofosfamid, siklosporin atau rituximab. dan obat-oabatan lain sesuai kondisi klinisnya (anti hipertensi jika terjadi peninggian tekanan darah, diuretik/pelancar kencing untuk mengurangi bengkak, penurun kadar lemak jika terjadi peningkatan kadar lemak darah). Karena itu, penting untuk mengendalikan faktor resiko, seperti mengendalikan alergi  yang dapat memicu kambuhnya SN, dan sebisa mungkin menghindari  terkena infeksi seperti ISPA atau diare. Karena ija seseorang yang memiliki Sn kemudian terkena ISPA, diare, atau demam, biasanya SN-nya akan mudah kambuh kembali. Diet pada pasien Sn haruslah cukup menyediakan asupan kalori/energi yang memadai dan protein yang mencukupi yakni 1-2gr protein /kg/hari (karena untuk menambal kebocoran protein lewat ginjal). Mengindari asupan garam berlebih karena akan memperparah bengkak. Terakhir, semua pasien dengan SN akan rentan mengalami kekambuhan / relaps karena sifat perjalanan alami penyakit ini yang memang akan mengalami remisi (reda) dan relaps (kambuh) sehingga penting untuk tidak bosan kontrol rutin memeriksakan kondisi, minum obat secafra teratur sesuai anjuran dokter, dan jika kambuh jangan asal meminum obat sendiri, karena tergantung pola kambuhnya dokter dapat meresepkan obat dengan dosis dan cara penggunaan yang berbeda sekaligus untuk memantau adanya efek samping pengobatan. sindroma nefrotik demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.