Tanya Dokter

  • Apakah saya terkena skizofrenia

  •  Hesti Rahma
    Anggota

    Selamat pagi dok, umur saya sekarang sudah hampir 20 th saya mahasiswi. Disini saya mau tanya, apakah yang saya alami ini merupakan skizofrenia atau bukan. Mengenai hal-hal yang saya lihat (visual), entah itu nyata tidak saya juga kurang paham. Sebenarnya saya sudah mengalami ini sejak SMP. Tapi yang saya alami bukan hanya visual, mengenai suara-suara yang menurut saya tidak pernah saya dengar terkadang saya mendengarnya sekali dua kali. Disini saya hanya ingin menceritakan mengenai hal-hal yang saya alami selama kuliah saja dok. Saya kuliahnya tinggal di kos, tapi teman saya yang lain tinggal dikontrakan didepan saya yang notabene pemilik kos dan kontrakan sama. Ketika pertama kali saya disini, saya masuk ke kamar teman saya dok. Dan di kamar teman saya, saya mencium bau mawar. Padahal setau saya teman saya tidak punya parfum mawar dan disekitar kos tidak ada bunga mawar. Adanya bunga kamboja kuning yang pohonnya lumayan tinggi didekat kos. Pas awal-awal semester dan pulang kerumah. Saya pernah mengalami hal aneh, sebenarnya posisi saya dirumah. Tapi pas saya bangun tidur saya merasa sudah berada dikamar kos saya. Spontan saya kaget, perasaan saya dirumah. Tapi kenapa tiba-tiba saya di kos (kos saya cat temboknya warna hijau rumput cerah, cat kamar saya yg dirumah warna hijau toska), itu yang membuat saya bingung.

    Saya suka main internet dok, apalagi kalo sudah pakai laptop dan wifian dikampus. Kalau terlalu lama didepan internet, saya merasa pusing dan amarah saya terpancing dan saya merasa bingung dengan apa yang sebelumnya saya lakukan ketika membuka internet. Tapi setelah lepas beberapa menit dari laptop, saya sudah merasa lebih baik. Itu sudah terjadi sejak SMK dok. Dulu saya dikos sekamar berdua, tapi saya dan teman kos saya terjadi sedikit masalah. Disitu teman saya tidak bercerita apa-apa dan langsung tinggal di kamar (kontrakan) teman saya selama kurang lebih 1 bulan. Saya tipe orang yang tidak bisa ditinggal sendiri, apalagi ditinggal seperti itu sendiri. Biasanya saya akan menangis dan bingung mau berbuat apa dok.

    Semester lalu saya merasa mulai tidak bisa berkonsentrasi dan minat mengerjakan tugas-tugas saya. Awal sampai pertengahan semester, saya merasa malas mengerjakan tugas dan hanya tidur. Saya merasa ingin pergi mencari angin. Karena saya merasa pikiran saya sudah tidak karuan, padahal saya belum mengerjakan tugas.

    Saya juga merasa aneh dengan diri saya, terkadang suatu hari saya merasa memilki rasa ketakutan yang berlebihan dengan makhluk-makhluk yang tak kasat mata. Saya merasa mereka mengawasi saya, kadang saya seperti melihat ada yang lewat didepan kos saya, ada yang terbang-terbang diatas dan disamping saya saat saya terjaga. Kemarin saya baru mengalaminya dok, saat saya mengerjakan tugas. Kamar kos saya, saya buka dok. Kondisi saya lumayan mengantuk, disitu saya mencoba memejamkan mata. Tapi tiba-tiba ada suara “ssst” seperti memanggil saya, itu suara laki-laki dok. Padahal teman kos dan kontrakan saya perempuan semua.

    Kadang, kalau saya pulang kerumah saya naik bis dok kadang naik motor sama teman saya. Saat naik motor, teman saya biasanya kecepatannya kurang lebih 80km/jam. Itu ngebut dok menurut saya. Dan saat ngebut itu saya kondisi diboncengin teman saya. Saat dikebutin, saya merasa saya terbang dok. Itu saya merasa masih didunia, tapi lama kelamaan saya merasa itu mimpi saat di atas motor. Jadi saya berpikir “kalau jatuh ya sudah, toh ini cuman mimpi” padahal itu nyata dok.

     

    Apakah itu semua termasuk gangguan kejiwaan dok? Sebelumnya terima kasih dok J

    Hesti yang baik, terimakasih atas kesediaan Anda berbagi di Komunitas Alodokter

    Pada dasarnya, diagnosis kejiwaaan tidak bisa ditetapkan tanpa tatap muka secara langsung dengan dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater). Dokter akan melakukan wawancara mendalam untuk menggali informasi mengenai kondisi psikologis Anda, juga terkait kebiasaan/ perilaku yang erat kaitannya dengan kondisi psikologis tersebut. Di samping itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan/atau penunjang, guna menyingkirkan kemungkinan gangguan psikologis terkait organ, yang dikenl dengan istilah gangguan mental organik.

    Skizofrenia adalah suatu bentuk gangguan mental kronik yang secara umum ditandai dengan ketidakmampuan penderitanya untuk membedakan realita dengan isi pikirannya sendiri. Penderita cenderung mengaami delusi/waham, halusinasi, pikiran kacau, hingga menyebabkan perubahan perilaku. Penanganan berupa pengobatan dengan obat antipsikotik, serta terapi perilaku kognitif (CBT).

    Keluhan yang Anda sampaikan di atas belum bisa disimpulkan sebagai gangguan kejiwaan tanpa pemeriksaan secara langsung oleh psikiater. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menemui psikiater terdekat yang ada di kota Anda.

    Sambil menunggu pemeriksaan psikiater, dianjurkan mengisi waktu luang dengan hal-hal positif, misalnya berolahraga, menghabiskan waktu dengan anggota keluarga atau teman dekat, serta mendekatkan diri dengan Tuhan melalui kegiatan keagamaan. Hindari melamun atau mengurung diri di dalam kamar yang berpotensi memunculkan ide atau pikiran negatif.

    Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat ya