Tanya Dokter

  • Skoliosis dan kehamilan

  •  faniagiska
    Anggota

    Dok, apakah yang memiliki kelainan tulang belakang skoliosis dapat mengganggu kehamilan? Atau dapat berdampak ke kehamilan nanti?

    Halo, Skoliosis merupakan kelainan pada tulang belakang yang banyak dialami oleh wanita. 80% di antaranya tidak diketahui penyebab mengapa mengalami skoliosis, tetapi diduga genetik memiliki peranan terbesar. Derajat keparahan skoliosis dilihat dari lengkungan dan sudut dari rotasi batang tubuh :

    • Skoliosis ringan (kurang dari 20 derajat), tidak membutuhkan penanganan khusus
    • Skoliosis sedang (25-70 derajat), masih belum jelas apakah akan menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari
    • Skoliosis berat (lebih dari 70 derajat), mempengaruhi pernapasan
    • Skoliosis sangat berat (lebih dari 100 derajat), mempengaruhi paru-paru dan jantung, sangat jarang terjadi
    Seorang penderita skoliosis masih dapat hamil dan melahirkan seperti wanita pada umumnya. Seorang penderita skoliosis tidak akan membahayakan anak yang dikandungnya dan kehamilan sendiri tidak akan menambah derajat skoliosis. Selain itu tidak didapatkan angka meningkatnya stress pada janin, kelahiran prematur, dan penyulit saat melahirkan bagi penderita skoliosis. Tetapi ada beberapa keadaan tertentu yang mungkin terjadi pada kehamilan penderita skoliosis :
    • Dengan bertambahnya ukuran rahim maka rongga dada akan semakin mengecil, dengan kapasitas paru yang berkurang maka pernapasan menjadi lebih berat
    • Seseorang dengan skoliosis ringan dapat melahirkan secara normal, hanya saja proses mengejan menjadi lebih berat
    • Seseorang dengan skoliosis yang memilih untuk melahirkan secara cesar dapat dilakukan anestesi secara spinal, hanya saja prosesnya mungkin lebih sulit
    Tetapi sejauh ini banyak wanita dengan skoliosis dapat menjalani kehamilan dan melahirkan seperti wanita pada umumnya. Tetapi disarankan bagi penderita skoliosis untuk berkonsultasi dengan dokter ortopedik dan dokter kandungan bila memiliki rencana untuk hamil. Semoga membantu, dr. Tri