Tanya Dokter

  • solusi atasi anak sulit makan

  • Pagi dok, Saya ibu dr seorang anak perempuan berusia 15 bulan 12 hari Dr awal mpasi saat usia 6 bulan anak saya tdk mau makan sm sekali Baik itu bubur halus biskuit atau buah Saya ttp mencoba memberikan makanan yg lain agar anak saya mau makan Sdikit2 Dy mulai mau makan tp bnr2 hanya sdikit Skg hanya setengah keping biskuit sehari Sy sudah pernah konsultasi ke dsa yg merawat anak saya ajak awal lahir Dan dsa memberikan vit penambah nafsu makan likurmin Namun tidak memberi efek apapun kpd anak saya Sampai saat ini anak saya masih asi saja Pernah saya coba berikan sulit (sgm) namun Dy tdk mau Saat ini Dy Skg suka mnum susu ultra coklat (kemasan kotak yg 125ml) tp tdk Lgsg habis Jd smp saat ini anak saya hny mengandalkan asupan dr asi yg saya berikan Untuk bb ny terakhir 10kg namun seminggu ini Skg sakit flu dan bb ny menjadi 8.7 kg Untuk bab lancar, ttp setiap hari dan tidak keras Pertanyaan saya apakah solusinya untuk mslh yg saya hadapi dok? Karna jujur saya merasa sangat sedih melihat anak saya menjadi sgt kurus smp tulang rusuk ny terlihat kalau Dy sedang tiduran dan tidak mengenakan baju. Mohon info ny Terima kasih

    Halo Ibu Devi, 

    Berat badan 8,7 kg untuk usia 15 bulan pada anak perempuan masih termasuk gizi cukup, tetapi mengingat berat badan sebelumnya 10 kg hal ini perlu menjadi perhatian khusus. Anak susah makan tentu membuat orangtua khawatir akan kesehatan anaknya, dan hampir setiap ibu pernah mengalami anak susah makan. 

    Setelah usia 6 bulan, anak harus mulai mendapatkan MPASI karena gizinya sudah tidak cukup didapatkan dari ASI, juga kandungan gizi ASI semakin lama semakin menurun. Pada awal pemberiannya, MPASI diberikan bertahap, biasanya dimulai dari bubur saring/lembut. Awalnya bisa diberikan makanan yang terdiri dari satu bahan makanan saja, misalnya bubur beras (bisa dicampur ASIP), puree sayur/buah, daging ayam yang dilumatkan, dll. Selanjutnya makanan bayi harus bergizi lengkap baik karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Tidak masalah MPASI buatan pabrik yang terdaftar BPOM ataupun buatan sendiri, yang penting memenuhi gizinya. Seiring dengan usia, teksturnya ditingkatkan menjadi lebih berbutir. Pada usia 12 bulan, anak diharapkan dapat makan makanan rumah tangga yang sama dengan orang dewasa (teksturnya bisa disesuaikan). 

    Anak Anda berusia 15 bulan saat ini, yang berarti seharusnya ASI ataupun susu bukanlah nutrisi utama, melainkan pelengkap. ASI masih bisa diberikan, namun lebih sebagai kenyamanan dan nutrisi pelengkap pada bayi, bukan untuk nutrisi utamanya. ASI bisa diberikan hingga usia 2 tahun. 

    Saran untuk Anda saat ini, sebaiknya Anda berkonsultasi segera pada dokter anak dan menceritakan sejelas-jelasnya yang terjadi pada anak Anda. Dokter anak Anda dapat memberikan solusi yang tepat setelah memeriksa anak Anda. Mungkin anak Anda tidak mau makan memang karena ada kondisi medis, tetapi bisa juga karena hal lain. Berikut ini tips yang dapat dicoba untuk anak Anda: 

    • Tetapkan jadwal makan anak Anda, termasuk makanan selingannya. Anak usia di atas 1 tahun makan 3-4 kali sehari dengan makanan selingan 1-2 hari. Makanan selingan bisa buah atau biskuit. 
    • Jangan memberikan ASI ataupun susu mendekati waktu makan. Memang akan sulit pada awalnya untuk menolak memberikan ASI, tetapi jika anak Anda minum ASI sebelum makan, maka anak Anda tidak akan merasa lapar. Batasi pemberiannya hanya pada malam hari. Jika minum ASI masih beberapa jam sekali, tentu saja anak Anda akan sulit makan karena tidak lapar. Alihkan perhatiannya dengan bermain atau aktivitas lain selain menyusui. 
    • Coba berbagai metode makan. Misalnya, dengan membiarkannya memegang sendok sendiri, memberikannya finger food atau makanan yang bisa ia pegang sendiri, makanan dengan warna dan rasa yang berbeda, tempat makan yang menarik, atau metode lain. Jangan menyerah karena anak Anda menolak makanan ataupun mengeluarkannya kembali.
    • Makan bersama Anda atau keluarga dapat membantu. Melihat orang lain makan dapat menggugah rasa penasaran terhadap makanan. 
    • Mencoba menerapkan responsive feeding, yaitu peka terhadap rasa lapar dan kenyang anak. Berikan makanan bertahap, jika anak Anda sudah tidak mau, rewel, mengantuk, jangan dipaksakan karena dapat membuat anak trauma dan Anda menjadi emosi. Coba memberi makanan di lain waktu. 
    • Buat suasana menyenangkan, hindari pengalih perhatian atau distraksi misalnya makan sambil menonton video, dll. Setiap makan, cobalah membuat anak Anda duduk bersama Anda fokus pada makan sehingga anak Anda merasa makan adalah suatu kebutuhan. 
    • Anda perlu rileks dan menenangkan diri, karena semakin tegang dan khawatir Anda, akan membuat anak Anda tidak rileks saat makan.

     

    Tentunya saran di atas tidak semudah yang dibayangkan, tetapi Anda perlu berpikiran positif sambil terus berusaha. Mengingat saat ini ada penurunan berat  pada anak Anda, sebaiknya Anda memeriksakan anak Anda ke dokter anak. 

    Semoga bermanfaat ya, 

    dr. Mega