Tanya Dokter

  • penyebab mudah tertidur

  •  Rezel
    Anggota
    Sore dok .. Sya mau tnya ni..suami sya dh seminggu ini sering bgt tidur.. Dn suami sya dua th yg lalu kena stroke ringan dgn kompliksh diabet,kolestrol,pengapuran,dn ada saraf hlus kejepit dibagian belakang.. Apakh dgn suka tdr belakangan ini tdk bahaya atau gmana ya dok .. Mhn info nya tks

    Hai Rezel.. Terimakasih untuk pertanyaan yang diberikan.

    Stroke merupakan kondisi dimana terjadi hambatan aliran darah ke otak akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. Stroke ringan dan berat bergantung pada luasnya sumbatan aliran darah ke otak, bila hanya kecil maka gejala yang timbul akan ringan sedangkan bila area sumbatan luas maka akan menjadi stroke yang berat. Stroke ringan akan menimbuklkan gejala berupa tiba- tiba setengah sisi badan terasa lemas, sulit digerakkan, bicara pelo, dan sebagian wajah terasa lemas. Hal ini dapat terjadi beberapa menit hingga 24 jam. Kolesterol, diabetes, dan penyakit darah tinggi memperbesar resiko terjadinya stroke. Bila tidak terkontrol maka berisiko menjadi stroke berat dikemudian hari. 

    Sedangkan sering tertidur belakangan ini dapat dikarenakan tubuh yang lelah, gula darah yang tinggi, atau gangguan tidur yang disebut narkolepsi (penderita tidak dapat menahan kantuk; banyak tidur tetapi tetap merasa lelah pada siang hari). Tidur yang berlebih kurang baik karena dapat mengakibatkan suami anda akan menajdi jarang bergerak dan beraktivitas, hal ini tidak baik bagi penderita kolesterol dan diabetes. Bila diteruskan akan tidak baik untuk suami anda, memperbesar resiko terjadinya peningkatan berat badan berlebih dan tidak baik untuk kesehatan.

    Bila kebiasaan tidur lebih berlanjut maka baiknya anda memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik mendetail dan dapat dilanjutkan tes tes polisomnografi, dan rekam jantung, cek darah untuk melihat kadar gula dan kolesterol.

    Yang dapat anda lakukan:

    • Jaga pola makan, hindari lemak, gorengan, dan makanan yang terlalu manis
    • Alihkan pada aktivitas lain
    • Olahraga teratur (jalan pagi, berenang, atau bersepeda)
    • Rutin kontrol ke dokter dan cek darah serta cek jantung secara berkala

    Semoga bermanfaat

    dr. Iriyanti