Tanya Dokter

  • Resiko penularan hiv melalui jarum suntik tinta

  • halo dokter

    hari ini saya secara tidak sengaja menusuk jarum suntik untuk tinta printer ke jari saya saat saya mencuci dengan sabun cuci piring (3x dicuci dengan sabun cuci piring) Saya menusuk setelah mencuci ketiga kalinya, semprit sudah digunakan untuk printer sebelumnya, lalu tidak digunakan selama 1 tahun. , Saya tidak tahu apakah jarum suntik itu baru atau bekas di masa lalu karena membawa pegawai toko, saya juga tidak tahu jarum suntiknya secara tidak sengaja sudah menusuk ke tangan karyawan sebelumnya atau tidak, saya juga tidak tahu. karyawan yang mereka miliki hiv, hbv, hcv atau tidak, saya tidak tahu apakah ada noda darah atau tidak sebelum digunakan untuk jarum suntik printer. Karena jarum suntik untuk keperluan medis dan digunakan untuk tinta printer, bukan jarum suntik khusus untuk tinta printer

     

    pertanyaan saya

     

    1) apakah saya berisiko tertular hiv / hbv / hcv atau jenis virus / bakteri lainnya?

    2) jika ya apa jenis tes yang harus saya ambil?

    3) jika ya dan berapa hari / bulan setelah jarum suntik tusuk saya harus tes?

     

    terima kasih,

     

    Hallo Warung Nikolai

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Memang bisa saja alat suntik medis dipergunakan untuk keperluan alat pengisi tinta seperti yang anda jelaskan, masih ada kemungkinan bahwa alat pengisi tinta printer tersebut merupakan daur ulang atau pemakaian kembali dari bekas alat suntik medis. Namun anda harus memikirkan kemungkinan memang alat pengisi tinta printer tersebut merupakan alat tersendiri dan tidak berhubungan dengan alat medis lainnya. Memang beberapa penyakit akibat infeksi virus seperti HIV dan Hepatitis B serta C bisa disebabkan karena penggunaan jarum suntik bergantian yang terkontaminasi darah penderita penyakit tersebut, namun lama bertahan hidup masing-masing virus penyebab infeksi di dunia luar itu berbeda, sehingga tidak bisa dipastikan apakah suatu barang yang terkontaminasi cukup lama masih bisa menyebabkan infeksi virus tersebut. Justru yang lebih dikhawatirkan penggunaan jarum suntik bekas yang lama, apalagi sudah berkarat dan tidak baik kondisinya bisa menyebabkan infeksi atau penyakit Tetanus. Sebaiknya jika anda menemui jarum yang sudah lama dan mulai rusak, buang segera untuk menghindari kemungkinan tertusuk oleh jarum tersebut. Untuk HIV sendiri tidak ditularkan melalui jalur yang anda jelaskan, karena virus ini tidak bertahan lama di luar tubuh manusia. Jadi meskipun ada kontaminasi darah pada jarum tersebut, jika virus sudah lama berada di luar tubuh manusia atau kontaminasi alat sudah terjadi cukup lama, maka infeksi HIV sangat kecil bahkan kemungkinan besar tidak akan terjadi. Untuk virus Hepatitis B, virus ini dapat bertahan di luar tubuh manusia sekitar 7 hari, setelah masa itu virus ini akan mati. Pada kondisi suh ruangan atau lingkungan yang memadai, virus hepatitis C dapat bertahan hingga 3 minggu di luar tubuh manusia. Sehingga menurut saya sendiri, resiko jarum tersebut masih terdapat ketiga virus yang saya jelaskan diatas sangat kecil kemungkinannya untuk menyebabkan anda terinfeksi. Memang yang lebih mungkin terjadi adalah infeksi tetanus dimana dapat terjadi jika luka pada tubuh mengalami kontak dengan benda yang terkontaminasi kuman penyebab tetanus. Lama dari kontaminasi hingga terjadinya tanda infeksi dari tetanus ini antara 3-14 hari, dimana nantinya akan ditandai dengan kejang atau kekakuan pada daerah mulut/rahang serta tubuh yang lain. Memang biasanya tidak ada pemeriksaan lab atau penunjang lain untuk menentukan penyakit tetanus ini, jadi hanya dilihat dari gejala dan tanda muncul pada saat infeksi terjadi. Cara terbaik untuk mencegah infeksi tetanus ini adalah dengan mendapat vaksinasi tetanus, terutama jika anda belum pernah mendapatkan vaksinasi tetanus sebelumnya.

    Jika anda khawatir mengalami infeksi virus-virus yang telah saya jelaskan diatas, maka anda sebaiknya melakukan uji untuk virus hepatitis dan HIV yang umum pada laboratorium kesehatan atau dengan berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter terdekat.

     

    Semoga jawaban ini membantu.