Tanya Dokter

  • Hasil pemeriksaan HIV

  •  udith
    Anggota
    Selamat malam dok saya audah tes hiv sebanyak 3 kali, pertama 12 hari pasca perilaku beresiko tes hiv di prodia dengan metode cmia hasil Non Reaktif, kedua 3 bulan 2 minggu pasca perilaku beresiko tes hiv di rumah sakit swasta tapi saya tidak tahu menggunakan metode apa dan hasilnya Non Reaktif, ketiga 5 bulan 5 hari pasca perilaku beresiko tes hiv di rumah sakit swasta hasil Non Reaktif, tapi kenapa saya masih ketakutan dan perasaan saya ada benjolan di pangkal paha didekat lubang anus, ketiak kanan, dan dibelakang kedua lutut saya, tapi menurut keluarga dan istri saya ketiak dan belakang lutut saya normal sama dengan mereka juga. pertanyaan saya hasil tes hiv saya yang terakhir yaity 5 bulan 5 hari pasca perilaku beresiko dan Hasilnya Non Reaktif dapat dipercaya? apakah saya harus tes ulang lagi dok? tolong bantu saya dok karena pada saat ini saya amat teramat ketakutan sekali dok. terimakasih sebelumnya dok,,

     

    Hai Udith,

     

    Terimakasih atas pertanyaannya, saya akan bantu menjawab

     

    Gejala yang dapat muncul pada pasien yang terinfeksi virus HIV, terdiri dari beberapa stadium (namun tidak semua individu akan mengalami stadium ini):

     

    1.      Stadium awal HIV

     

    Sekitar 40-90% orang mengalami gejala menyerupai flu dalam 2-4 minggu setelah infeksi HIV. Gejala berupa demam, menggigil. Kemerahan, keringat malam, nyeri tenggorok, lemah, pembengkakn kelenjar getah bening dan luka pada mulut. Gejala berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Umumnya pada fase ini, tes HIV masih negatif tetapi penderita sebenarnya infeksius dan dapat menyebarkan infeksi ke orang lain.

     

    2.      Stadium laten

     

    Stadium laten dikenal juga dengan infeksi kronik HIV. Pada stadium ini virus HIV masih akitif tetapi kadarnya sangat rendah. Pasien pada stadium ini biasanya tidak mengeluh adanya gejala, atau bila ada biasanya sangat ringan. Bila pasien tidak mendapat terapi antiretroviral (ART), stadium ini dapat berlangsung dalam satu dekade, namun bila mengkonsumsi ART dengan teratur maka fase ini dapat berlangsung beberapa dekade. Pada fase ini pasien yang terinfeksi HIV masih dapat menularkan HIV ke orang lain (meskipun telah mengkonsumsi ART).

     

    3.      Progresi ke AIDS

     

    Bila terinfeksi HIV dan tidak mendapat ART, virus akan semakin memperlemah sistem imun dan akhirnya berkembang pada stadium acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Pada AIDS, gejala yang dapat timbul yaitu BB turun drastic, demam lama, keringat malam banyak tanpa kegiatan fisik, lemas, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, selangkangan atau leher, diare kronis, pneumonia, depresi, gangguan ingatan, dll. Gejala dapat juga dikaitkan dengan penyakit lain, sehingga satu-satunya cara adalah dengan melakukan tes HIV. Sebagian besar gejala berat dari penyakit HIV datang dari infeksi oportunistik akibat lemahnya daya tahan tubuh.

     

    Apakah anda mengalami gejala tersebut? Prosedur pemeriksaan laboratorium untuk HIV yaitu dengan menggunakan strategi 3, yang sebelumnya didahului dengan konseling pra tes atau informasi singkat. Ketiga tes ini memiliki sensifitas dan spesifisitas yang tinggi, sehingga hasilnya dapat dipercaya (meskipun tidak menutup kemungkinan terjadinya negatif atau positif palsu).

     

    Umumnya antibodi baru dapat dideteksi setelah 2 minggu-3 bulan pasca terinfeksi virus HIV (masa jendela). Bila hasil tes HIV pertama menunjukkan hasil “negatif” maka diperlukan tes ulang dalam waktu 1 bulan (Peraturan Kemenkes 2014, bila terdapat risiko, maka pemeriksaan ulang dianjurkan minimum 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan dari pemeriksaan pertama sampai satu tahun), Jadi berdasarkan panduan ini, anda dapat melakukan pemeriksaan ulang pada 12 bulan dari pemeriksaan pertama. Bila hasil menunjukkan non-reaktif maka dianggap HIV negatif. Semoga membantu.

     

    Untuk informasi tambahan, anda dapat membaca artikel mengenai HIV.