Tanya Dokter

  • Apakah saya ADHD?

  •  Atilla Vinka
    Anggota
    Malam dokter,,,, Sudah dua bulan ini saya stress banget.Saya tidak habis fikir dengan diri sendiri,kenapa setiap pekerjaan yang susah payah saya dapat,yang sungguh saya minati....begitu saja saya tinggalkan. Bulan pertama saya begitu semangat dan penuh gairah,,,, lalu bulan kedua otak saya mulai baling-baling,berpikir mungkin bakal akan menyenangkan kalau saya pindah kerja atau buka usahalah.lalu saya mencari-cari alasan ketidaknyamanan kerja saya,saya mulai bosan dan selanjutnya karna dipicu alasan sepele,saya mendadak resign,menghilang begitu saja.pekerjaan terlama saya 1 tahun,rata2 paling kuat 3 bulan,dan pernah hanya bertahan seminggu. Integritas saya rusak,citra saya buruk dalam masyarakat.saya menjadi pengangguran yang membuat saya rendah diri dengan lingkungan dan membuat saya tertekan karna soal keuangan juga. Kenapa saya begitu gegabah mengambil langkah,namun saya tetap terus mengulangi dan tak bisa bertahan.Lalu saya coba searching tentang berbagai penyakit kejiwaan dan Sympton2 Adhd sesuai dengan pembawaan saya. Saya grasa-grusu,ceroboh membuat saya sulit mendapat teman. Saya pelupa,tak tahan dikejar target tugas,dan impulsif. Saya sering distraction,gampang terjebak dalam adiksi,pembosan akun,sering terlambat Saya menpunyai banyak ide2 bisnis namun saya tak sanggup mereleasisakan satupun.Saat saya jobless,saya coba2 buka usaha.Tapi saya tak bisa nenahan godaan dari kegiatan lain dan tak bisa memenage diri dan waktu. Karyawan,31 th Terima kasih dok

    Halo Atilla Vinka, terimakasih atas pertanyaannya yang menarik

     

    Gejala yang anda alami mungkin merupakan suatu gangguan kejiwaan, mungkin juga tidak. Ketika seorang dokter hendak melakukan evaluasi gangguan psikis, terdapat beberapa diagnosis banding yang perlu disingkirkan:

    1. penyebab organik, yaitu kemungkinan anda mengalami gangguan di otak yang disebabkan oleh gangguan medis, misalnya, cedera kepala di masa lampau, infeksi, gangguan pembuluh darah, gangguan metabolik (seperti gangguan elektrolit, urea darah, ammonia darah, dan lain sebagainya)
    2. efek samping obat-obatan seperti alkohol, kokain, marijuana, kortikosteroid, dan lain sebagainya

     

    Bila dua hal di atas telah disingkirkan dengan teliti, maka selanjutnya dilakukan evaluasi gangguan psikis, beberapa gangguan psikis yang umum antara lain:

    1. gangguan psikotik, dimana kesulitan untuk membedakan realita dan tidak
    2. gangguan mood, umumnya terbagi menjadi depresi dan bipolar (siklus mood rasa senang yang ekstrim diselingi rasa sedih)
    3. gangguan cemas, seperti serangan panik, cemas menyeluruh
    4. gangguan kepribadian
    5. dan lain-lain

     

    ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder) merupakan suatu gangguan neurologi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk memperhatikan (memberi atensi) dan mengontrol perilaku impulsif, yang mengganggu aktivitas dan fungsi kehidupan sehari-hari. ADHD merupakan suatu gangguan yang didiagnosis pada anak-anak, namun tidak berarti tidak dapat didiagnosis pada masa dewasa juga.  Kadang gejala-gejala ADHD tidak nampak jelas pada masa anak-anak, dan baru terlihat dan menyebabkan gangguan saat anak tersebut tumbuh dewasa.

    Beberapa gejala yang sering ditemukan pada orang dewasa yang mengalami ADHD antara lain:

    • Gangguan atensi dan konsentrasi, seperti:
    1. mudah terdistraksi oleh hal-hal kecil
    2. sulit memperhatikan atau fokus
    3. pikiran sering melayang di tengah-tengah pembicaraan
    4. sulit menyelesaikan suatu pekerjaan sampai selesai
    5. sulit mendengarkan orang berbicara dan mengikuti instruksi
    • Tidak terorganisir dan mudah lupa, seperti:
    1. meletakkan barang sembarangan sehingga rumah atau kamar tampak berantakan
    2. sering menunda pekerjaan
    3. sulit menyelesaikan proyek tertentu
    4. sering terlambat
    5. sering melupakan janji, komitmen, ataupun masa tenggat
    6. sering kehilangan barang
    7. tidak bisa memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
    • Impulsif, seperti:
    1. sering memotong pembicaraan orang
    2. sulit mengontrol diri sendiri, bahkan terdapat kecenderungan menggunakan zat adiktif
    3. sering mengungkapkan pikiran tanpa dipikirkan terlebih dahulu
    4. melakukan tindakan yang terlalu spontan tanpa pertimbangan akan konsekuensinya
    • Gangguan emosi, seperti:
    1. mudah bingung dan stress 
    2. mudah marah
    3. rendah diri dan merasa tidak punya pencapaian hidup
    4. sulit memotivasi diri sendiri
    5. sensitif terhadap kritik
    • Hiperaktif dan tidak bisa diam, seperti
    1. selalu merasa tidak tenang, pikiran selalu melayang kemana-mana
    2. mudah bosan dan ingin mencari hal baru
    3. senang mengambil risiko
    4. mengerjakan banyak hal secara bersama-sama
    5. sulit duduk tenang

     

    Untuk dapat mendiagnosis ADHD pada anda perlu disingkirkan dulu penyebab-penyebab lain seperti yang telah disebutkan di atas. Bila memang gejala-gejala yang anda rasakan tersebut sudah menimbulkan gangguan yang signifikan terhadap kehidupan anda, ada baiknya anda segera berkonsultasi dengan psikiater. Psikiater dapat menganalisis gejala anda lebih dalam, menyingkirkan kemungkinan lain, terutama kemungkinan penyebab organik dan obat-obatan yang dapat menyebakan gejala anda, serta memberikan tata laksana untuk mengatasi masalah anda tersebut.

    ADHD pada orang dewasa dapat diterapi dengan berbagai cara antara lain melakukan terapi perilaku, terapi individual, terapi dalam grup, konseling, serta pemberian obat-obatan tertentu. Tujuan diberikannya terapi ini adalah untuk mengontrol perilaku impulsif, membantu anda tetap terorganisir, meningkatkan produktivitas di rumah dan tempat kerja, mengontrol stress dan emosi, serta berkomunikasi dengan baik dengan orang lain.

     

    Sekian informasi yang dapat saya berikan, semoga cukup menjawab

     

     

    dr. irna cecilia