Tanya Dokter

  • Susah buang air kecil setelah operasi kanker serviks

  •  Ayu laras
    Anggota
    Malam dok , mau bertanya ibu saya sudah operasi kanker serviks stdium 2B kemarin sudah angkat rahim .. setelah operasi ibu mengunakan kateter dan seminggu sudah di lihat urine bagus tapi katanya masih di atas 300 cc setelah lepas kateternya pun ibu saya sudah minum air putih dengan cukup tapi setelah 6 jam pun tidak ada reaksi untuk buang air kecil .. kemungkinan besar penyebabnya karna apa ya dok ..

    Hai Ayu.. Terimaksih untuk pertanyaan yang diberikan.

    Penanganan kanker serviks berbeda- beda untuk setiap orang, bergantung pada stadium kanker, jenis kanker, usia pasien, dan kondisi medis lainnya. Pada kasus ibu anda dilakukan operasi pengangkatan rahim (histerektomi). Histerektomi sendiri merupakan suatu operasi yang besar dan dilakukan oleh dokter spesialis kandungan. Sama dengan operasi lainnya, operasi pengangkatan rahim juga memiliki beberapa dampak terhadap pasien setelah operasi, tetapi tentunya operasi ini merupakan pilihan yang terbaik bagi pasien. 

    Beberapa komplikasi yang dapat terjadi setelah operasi pengangkatan rahim, yaitu:

    • Perdarahan
    • Risiko cidera pada saluran kemih 
    • Ketidakmampuan menahan kencing
    • Menopause dini
    • Infeksi saluran kencing
    • Perubahan emosional
    • Kelemahan otot panggul, dll

      Setelah operasi pasien akan menggunakan kateter terlebih dulu hingga pasien merasa lebih baik dan sudah dapat duduk, setelahnya kateter akan dilepas dan pasien akan dilatih untuk buang air kecil sendiri tanpa kateter. Keluhan belum dapat BAK pada ibu anda dapat disebabkan karena pasien cukup lama menggunakan kateter yaitu seminggu sehingga perlu penyesuain kembali dari otot- otot dan saraf- saraf organ saluran kemih untuk dapat BAK kembali seperti semula karena itu pasien butuh untuk latihan BAK setelah kateter dilepas.

      Konsultasikan kepada dokter kandungan yang merawat ibu anda bila keluhan berlanjut, urine tidak dapat keluar atau sangat sedikit dalam 24 jam, terdapat nyeri pada saluran kencing, urine berwarna kuning pekat atau bercampur darah. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan juga dapat di USG untuk melihat adalah  kerusakan pada saluran kencing. Pasien dapat tetap minum air putih yang banyak karena sedikit nya urine juga dapat disebabkan dehidrasi.

      Semoga bermanfaat

      dr. Iriyanti